Luhut Bangga, Realisasi Investasi Pariwisata RI Capai Rp 5,3 T di kuartal I 2022

Luhut: Efek Ganda MotoGP Mandalika 2022 Capai Rp 606 M
September 9, 2022
Sandiaga Sebut Portamento Segera Terbit untuk Melindungi Hak Cipta Musisi
September 9, 2022

Kumparan.com/ kumparanBISNIS/9 September 2022, 14:12 WIB

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan realisasi investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia mencapai Rp 5,3 triliun hingga kuartal I 2022.

Luhut mengatakan, pengembangan potensi pariwisata domestik tidak bisa terjadi jika hanya mengandalkan APBN atau APBD. Sehingga, suntikan modal dari investor lokal maupun asing sangat diperlukan.

“Sejauh ini, realisasi investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif mencapai Rp 5,31 triliun pada tahun 2020 hingga kuartal I 2022,” ujarnya saat Investment Forum: 5 Super Priority Tourism Destinations, Jumat (9/9).

Atas pencapaian tersebut, dia pun meminta Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan kepala-kepala daerah agar memfasilitasi percepatan realisasi investasi, meningkatkan promosi investasi, dan memberikan insentif kepada para investor.

“Kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sandiaga Uno), agar meningkatkan promosi pariwisata dan menyelenggarakan event secara masif, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memperkuat tata kelola destinasi,” lanjutnya.

Meski begitu, Luhut mengakui jika pengembangan sektor pariwisata belum optimal, terlebih pasca pandemi COVID-19 yang sangat memukul perekonomian di destinasi wisata. Luhut berkata, sektor pariwisata di Asia Pasifik baru kembali normal di tahun 2024.

Terlebih pada 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yakni Borobudur, Danau Toba, Labuan Bajo, Mandalika, dan Likupang. Dia pun meminta Indonesia berbenah dengan memanfaatkan perhelatan berskala internasional.

“Tidak hanya World Superbike MotoGP di Mandalika, Indonesia juga menjadi tuan rumah G20 tahun ini, selanjutnya lomba balap F1 H2O di Danau Toba, serta KTT Asean di Labuan Bajo pada 2023. Ini menunjukkan kepercayaan internasional kepada Indonesia makin tinggi,” ucap dia.

Luhut memaparkan manfaat yang didapatkan Indonesia dari 5 DPSP sejauh ini. Pertama, acara MotoGP Mandalika Februari lalu memberi multiplier effect bagi ekonomi lokal mencapai Rp 606 miliar. Terdapat 24.768 kamar hotel yang dihuni, 25 persen dari total 100 ribu penonton yang ada.

“Dari rata-rata length of stay di Mandalika, labuan Bajo dan Likupang saat ini cukup baik, yaitu sekitar 3-5 hari sementara Borobudur dan danau Toba hanya sekitar 1-2 hari,” ungkapnya.

Selain itu, Luhut juga menyebutkan rata-rata expenditure atau pengeluaran wisatawan asing saat ini berada di angka USD 500-1000 ketika berkunjung ke Mandalika, Labuan Bajo, dan Borobudur, dan Likupang. Sementara di Danau Toba, kata dia, pengeluaran wisatawan masih terbilang minim.

“Oleh karena itu kita harus melakukan optimalisasi pengembangan sektor pariwisata khususnya dari sisi aksesibilitas, amenitas, dan atraksi yang mana sumber dananya tidak hanya mengandalkan dari APBN dan APBD saja tetapi tentu saja dari investasi baik dalam maupun asing,” ujarnya.

Artikel asli : https://kumparan.com/kumparanbisnis/luhut-bangga-realisasi-investasi-pariwisata-ri-capai-rp-5-3-t-di-kuartal-i-2022-1ypCsYSdzx2/full

logo