Siaran Pers : Kemenparekraf Revitalisasi Destinasi Wisata untuk Tingkatkan Kualitas Pariwisata di Bali
October 30, 2020
Wisatawan Diajak Jadi Agen Protokol Kesehatan
October 30, 2020

Kumparan.com /Red / 30 Oktober 2020, 10:02 WIB

Momentum libur panjang mulai 28-31 Oktober 2020 membuat mobilitas masyarakat ke beberapa kota, khususnya di Pulau Jawa melonjak. Pada libur panjang ini, tingkat okupansi atau hunian di hotel di kota Malang, Jawa Timur meningkat tajam.

Banquet Sales Executive Atria Hotel and Convention Malang, Brigit Puspitasari, mengungkapkan selama masa liburan panjang, dari total 175 kamar yang tersedia sudah hampir terisi penuh.

“Kami menyediakan kamar sekitar 70 sampai 85 persen dari total kapasitas dan semuanya penuh,” kata Brigit di Kota Malang, sebagaimana dikutip Antara.

Brigit menjelaskan selama masa pandemi COVID-19, tingkat hunian mengalami penurunan yang cukup dalam. Namun, dengan adanya libur panjang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW seperti saat ini, ada peningkatan permintaan dari wisatawan.

Menurut Brigit, peningkatan permintaan kamar saat libur panjang ini merupakan yang tertinggi dibanding waktu-waktu sebelumnya di masa pandemi. Wisatawan dinilai cukup antusias untuk menghabiskan waktu liburan di Kota Malang.

“Saat pandemi, sempat mengalami penurunan hingga 50 persen. Kemudian, perlahan mulai naik. Saat ini, long weekend pertama selama masa pandemi dan antusias masyarakat sangat tinggi,” ujar Brigit.

Selain itu Brigit mengaku, Dengan tingginya permintaan tersebut pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat untuk para tamu yang menginap. seluruh tamu wajib menggunakan masker, dan pihak hotel menyediakan tempat cuci tangan.

“Setelah digunakan, kamar juga dibersihkan menggunakan disinfektan. Kamar yang telah digunakan itu tidak akan dipergunakan selama 1×24 jam,” kata Brigit.

Senada dengan itu, Public Relation Officer Hotel Santika Premiere Malang, Essa Sinaga memaparkan, dari 111 kamar yang tersedia saat libur panjang ini, tingkat okupansinya mencapai 90 persen.

”Selama libur panjang, okupansi mencapai 90 persen,” ujar Essa.

Essa menambahkan, pada masa libur panjang, ada kenaikan permintaan sebesar 20-30 persen dibanding sebelumnya. Tingkat okupansi hotel selama pandemi COVID-19 di Kota Malang sempat mengalami penurunan yang cukup dalam.

”Selama pandemi, kami mengalami penurunan hingga 20 persen sampai 30 persen,” kata Essa.

“Kemudian, wajib menggunakan masker di seluruh area hotel, kami terapkan protokol kesehatan dengan ketat,” tambah Essa.

Kota Malang merupakan salah satu kota tujuan wisata di Jawa Timur, yang saat ini masih berada pada zona oranye atau kawasan berisiko sedang penyebaran COVID-19. Dalam waktu dekat diharapkan masuk zona kuning atau wilayah dengan risiko rendah penyebaran virus Corona.

Hingga saat ini, secara keseluruhan di Kota Malang ada 2.012 kasus konfirmasi positif COVID-19. Dari total tersebut, sebanyak 1.791 orang dinyatakan sembuh, sebanyak 202orang meninggal dunia, dan sisanya masih berada dalam perawatan.

Artikel Asli : https://kumparan.com/kumparantravel/long-weekend-okupansi-hotel-di-malang-melonjak-1uUQSp66Mo3/full

logo
Hubungi Kami