Lombok Terapkan Protokol CHSE Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan

Tren Wisata New Normal Saat Pandemi Masih Melanda
September 19, 2020
Sambut New Normal, Kaltim Pulihkan Pariwisata lewat Derawan Rebound
September 19, 2020

Inews.id/Vien Dimyati/Diterbitkan 19 September 2020, pukul 16.10 WIB

LOMBOK, iNews.id – Menyambut masa adaptasi baru, Lombok mulai melakukan bersih-bersih untuk kembali menyambut wisatawan. Lombok sebagai salah satu destinasi super prioritas mulai menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

Tujuannya sebagai upaya untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan sekaligus mendorong destinasi wisata di dalamnya dapat bangkit kembali.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf/ Baparekraf, Rizki Handayani mengatakan, acara revitalisasi bumi ini bertujuan untuk merevitalisasi destinasi wisata di Indonesia. Ketika tidak ada wisatawan yang datang berkunjung akibat pandemi maka ini merupakan waktu yang tepat untuk menghidupkan kembali sekaligus membersihkan alam Indonesia.

“Karena yang bisa mencegah penyebaran Covid-19 ini di antaranya dengan menjaga kebersihan. Masalah kebersihan ini bukan hanya melibatkan diri sendiri, tetapi juga kebersihan lingkungan yang ada di sekitar kita,” kata Rizki Handayani dalam seminar daring bertajuk “Bincang-bincang Revitalisasi Bumi: Sinergi & Kolaborasi Menjaga Bumi”, Jumat (18/9/2020).

Selain itu, mengingat pola wisatawan yang telah berubah dari mass tourism ke quality tourism maka lebih banyak wisatawan akan mencari destinasi wisata yang mengedepankan hygiene sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman dalam berwisata. Oleh karena itu, Pemerintah hadir untuk mewujudkan aspek kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan guna membangun pariwisata berkelanjutan.

Rizki Handayani berharap, melalui revitalisasi bumi ini dapat meningkatkan citra pariwisata Indonesia, khususnya kepada wisatawan mancanegara, Indonesia sedang bersiap untuk menerima wisatawan kembali.

Dalam kesempatan yang sama, Analis Kebijakan Kemenparekraf, Noviendi Makalam mengatakan, salah satu yang harus tetap dipertahankan di masa pandemi dan setelah pandemi berakhir adalah penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE. Hal ini dapat menjadikan destinasi pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia berkembang dengan baik dan berkelanjutan.

“Pandemi ini memberikan pelajaran yang berharga, kita sebagai manusia harus menjaga dan merawat bumi ini dengan sebaik-baiknya,” kata Noviendi.

Founder & Executive Director of Divers Clean Action, Swietenia Puspa Lestari menjelaskan, kegiatan revitalisasi bumi bukan hanya sekadar bersih-bersih pantai tetapi memberikan insight mengenai langkah-langkah yang harus diterapkan untuk mewujudkan CHSE di setiap titik destinasi. Salah satu masalah yang dihadapi di setiap titiknya ialah mengenai kebersihan.

“Hal ini tercermin dari data-data hasil pembersihan sampah yang kita lakukan bersama lebih dari 1.600 pekerja wisata bahari di 16 titik yang tersebar di Bali dan Lombok. Dari sampah yang dikumpulkan di area Bali dan Lombok, sekitar 3,11 ton berhasil ditangani,” ujar Swietenia.

Swietenia berharap revitalisasi bumi ini tidak hanya sebagai seremonial saja, tetapi langkah awal untuk menentukan langkah selanjutnya guna melestarikan lingkungan alam Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Moh. Faozal memberikan apresiasi kepada Kemenparekraf dan seluruh stakeholders yang terlibat dalam penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE.

Faozal juga menjelaskan, ada empat area destinasi wisata di Lombok yang siap untuk melakukan standarisasi protokol kesehatan berbasis CHSE, yaitu Gili, Rinjani, Mandalika, dan Kota Mataram.

“Empat area ini kami fokuskan untuk sertifikasi CHSE. Karena, CHSE ini merupakan acuan untuk kita dan harus diterapkan di seluruh destinasi wisata di Indonesia,” kata Faozal.

Musisi & Pemerhati Kelestarian Alam dan Lingkungan, Kaka Slank mengatakan, pandemi ini memberikan alam untuk rehat sejenak. Setelah alam sudah mempercantik dirinya kembali, wisatawan harus memiliki pengetahuan mengenai how to travel supaya wisatawan bisa menghargai dan merawat alam Indonesia. Tentunya dengan selalu menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

“Sebetulnya kedisiplinan kita adalah bentuk rasa sayang kita terhadap orang lain dan juga terhadap alam. Untuk itu, marilah kita cerdas dalam berwisata dan selalu memerhatikan protokol kesehatan,” tutur Kaka Slank.

Editor : Vien Dimyati

 

Artikel Asli: https://www.inews.id/travel/destinasi/lombok-terapkan-protokol-chse-wujudkan-pariwisata-berkelanjutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

logo
Hubungi Kami