Libur Lebaran, Sleman Sedot 77.721 Wisatawan

Taman Nasional Kelimutu Buka Lagi, Simak Syarat Kunjungannya untuk Wisatawan
May 19, 2021
Sudah Direstorasi, Film Tjoet Nya’ Dhien Tayang Kembali di Momen Hari Kebangkitan Nasional
May 19, 2021

Suaramerdeka.com / Amelia Hapsari/ 19 May 2021 , 14:00 WIB

SLEMAN, suaramerdeka.com – Sebanyak 77.721 wisatawan berkunjung ke Sleman selama libur lebaran tahun ini yang berlangsung tanggal 12-16 Mei. Dari puluhan destinasi yang tercatat jumlah pengunjungnya, wisata alam masih menjadi favorit.

Keseluruhan, destinasi wisata tersebut mampu menyedot 47.787 pengunjung. Di antaranya tersebar di Grojogan Watu Purbo, Kaliurang, Kaliadem, Embung Senja, Bukit Breksi, Obelix Hills, Bukit Klangon, Blue Lagoon, Plunyon Kalikuning, dan Lava Bantal.

“Destinasi favorit untuk periode libur kali ini adalah Obelix Hills dengan angka kunjungan 16.230 pengunjung. Disusul objek wisata Kaliurang dan Kaliadem, Candi Prambanan, serta Jogja Bay,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Suci Iriani Sinuraya, Rabu (19/5).

Selain wisata alam, destinasi candi juga cukup menarik animo pengunjung. Untuk kunjungan pada destinasi candi meliputi Prambanan, Kraton Ratu Boko, Ijo, Sambisari, dan Banyunibo tercatat sebanyak 12.061 wisatawan.

Sedangkan tingkat kunjungan ke museum yaitu MGM, Ullen Sentalu, dan Monjali sebanyak 878 wisatawan. Adapun kunjungan pada destinasi wisata buatan seperti Jogja Bay, Studio Alam Gamplong, Jogja Exotarium, Agro Wisata Bhumi Merapi, The World Landmark, dan Sindu Kusuma Edupark diminati oleh 12.979 wisatawan.

“Sebaran 4.016 wisatawan lainnya berkunjung pada destinasi yang dikelola oleh kelompok masyarakat,” ujar Suci.

Pengelola Tebing Breksi, Kholiq Widianto mengatakan, angka kunjungan saat libur lebaran meningkat jika dibandingkan selama ramadan. Ketika ramadan, rata-rata kunjungan 500 orang per hari, dan naik menjadi 1.000an wisatawan saat lebaran.

Meski ada peningkatan, namun angka kunjungan tersebut jauh lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi yang bisa mencapai 5.000 orang. Wisatawan yang berkunjung juga kebanyakan dari lokal DIY dan Jawa Tengah.

“Tahun kemarin, kami tutup total saat lebaran. Tahun ini mulai ada pengunjung meskipun tidak sebanyak tahun sebelumnya,” katanya.

Sementara itu untuk tingkat hunian hotel selama libur lebaran, PHRI Sleman mencatat okupansi yang hanya berkisar 10-15 persen.

Menurut Ketua PHRI Sleman Joko Paromo, dari pengamatan di lapangan, sebelum memutuskan untuk menginap, para tamu hotel terlebih dulu melakukan pengecekan protokol kesehatan. Setelah mendapat kepastian prokes di hotel tersebut dijalankan dengan baik, barulah tamu melakukan booking atau check in.

Artikel Asli : https://www.suaramerdeka.com/regional/baca/263945/libur-lebaran-sleman-sedot-77721-wisatawan

logo