Libur Imlek, Kunjungan Wisatawan ke Sleman Meningkat Tipis

Dorong PEN, SMF dukung pengembangan pariwisata di Sumedang
February 15, 2021
Siaran Pers: Menparekraf Dukung Tuban Creative Hub sebagai Wadah Potensi Parekraf
February 15, 2021

Suaramerdeka.com / Amelia Hapsari/ 15 Februari 2021, 14:55 WIB

SLEMAN, suaramerdeka.com – Selama libur hari raya Imlek pada Jumat (12/2) hingga Minggu (14/2), tingkat kunjungan wisatawan ke Sleman meningkat tipis dibandingkan kunjungan akhir pekan sebelum masa PPKM Mikro.

Contohnya objek wisata Tebing Breksi, yang dikunjungi 2.281 wisatawan selama libur Imlek. Weekend sebelumnya tercatat 1.538 wisatawan mengunjungi destinasi yang ada di Prambanan itu. Peningkatan kunjungan juga terpantau di beberapa objek yang terletak di lereng Merapi.

Kawasan Kaliadem misalnya yang menyedot 3.014 wisatawan selama masa libur tahun baru Cina. “Ada lonjakan karena pada tanggal 5-7 Februari 2021 hanya tercatat 801 pengunjung,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Suci Iriani Sinuraya, Senin (15/2).

Begitu pula dengan tingkat kunjungan ke destinasi Kaliurang yang naik sekitar 35 persen. Aktivitas pariwisata yang berlangsung di masa pandemi ini telah dibuat aturan mainnya, terutama menyangkut penerapan protokol kesehatan.

Menurut Suci, dari hasil monitoring timnya, rata-rata pengelola objek wisata menjalankan prokes dengan baik. “Mereka umumnya sudah menyadari pentingnya konsistensi pelaksanaan prokes yang tidak hanya untuk melindungi wisatawan, tapi juga karyawan dan juga lingkungan,” terang dia.

Pihaknya pun mengimbau kepada seluruh pelaku usaha jasa pariwisata dan pengelola destinasi agar mematuhi jam operasional. Sejak diberlakukan PPKM Mikro mulai 9 Februari lalu, Pemkab Sleman telah mengeluarkan aturan terkait operasional tempat usaha jasa pariwisata, destinasi pariwisata, dan kuliner yang dibatasi sampai pukul 21.00 WIB.

Kunjungan tempat wisata alam juga dibatasi maksimal 50 persen dari daya tampungnya, serta tidak menyelenggarakan kegiatan yang berpotensi menciptakan kerumunan pada destinasi wisata.

“Kami bersama Tim Satgas Covid19 tetap melakukan monitoring. Jika ada usaha jasa pariwisata maupun destinasi yang melanggar Instruksi Bupati, akan ditindak tegas bahkan ditutup,” tandasnya.

Artikel Asli : https://www.suaramerdeka.com/regional/kedu/254844-libur-imlek-kunjungan-wisatawan-ke-sleman-meningkat-tipis?page=all

logo