KJRI promosi wisata Indonesia secara digital, tarik minat wisatawan AS

Anak Muda di Jabar Yakin Ganjar Bisa Kembangkan Potensi Pariwisata Indonesia
October 3, 2022
Bukan Maen! Serbuan Wisman ke Indonesia Meroket 2.000% hingga Agustus 2022
October 3, 2022

Antaranews.com/ Yuni Arisandy Sinaga /3 Oktober 2022, 11:28 WIB

 

Saya merasakan terdapat banyak fitur destinasi wisata juga kopi khas Indonesia di stan VIV yang menggunakan alat Meta Quest/Oculus, sangat menarik

 

Jakarta (ANTARA) – Konsulat Jenderal RI di San Francisco mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia secara digital untuk menarik minat wisatawan Amerika Serikat, terutama di San Francisco Bay Area.

Kegiatan promosi itu dilakukan KJRI San Francisco pada acara Bay Light Mixer Art, yakni sebuah program promosi budaya serta potensi pariwisata dan ekonomi oleh organisasi nirlaba Commonwealth Club of California, San Francisco.

Menurut KJRI San Francisco dalam keterangannya pada Senin, acara Bay Light Mixer Art itu sangat tepat untuk ajang promosi karena diikuti oleh tidak kurang 40 organisasi dan instansi, mulai dari institusi atau komunitas lokal dan asing, korps diplomatik, dan organisasi nirlaba lainnya yang berbasis di San Francisco dan sekitarnya.

Sekitar 700 pengunjung datang ke acara tersebut dari berbagai kota terutama dari California bagian Utara.

Secara umum, acara tersebut terdiri dari perpaduan kegiatan pertunjukan seni tradisional, berbagai pertunjukan karya sastra, pameran busana, dan pameran seni rupa seperti lukis dan pahat, serta promosi destinasi pariwisata, ekonomi, dan bazar kuliner.

Namun berbeda dari organisasi dan komunitas lainnya yang hanya menampilkan satu booth atau pertunjukan, partisipasi Indonesia memiliki keistimewaan tersendiri pada acara itu karena bisa menampilkan kegiatan promosinya di setiap kesempatan serta seluruh area dalam Commonwealth Club.

“Kepercayaan yang diberikan penyelenggara kepada Indonesia ini didasarkan pada komitmen partisipasi KJRI San Francisco yang jauh-jauh hari disampaikan kepada penyelenggara untuk menampilkan sajian program dan bentuk promosi yang menarik sehingga dapat turut mempengaruhi tingkat kunjungan dan variasi kemeriahan acara,” kata Konsul Jenderal (Konjen) RI di San Francisco Prasetyo Hadi.

Menurut KJRI San Francisco, banyak pengunjung antusias mengunjungi seluruh stan Indonesia yang dinilai bervariasi dan mengusung tema menarik, terutama program Visit Indonesia Virtually! (VIV).

VIV adalah sebuah promosi khusus destinasi wisata Indonesia secara virtual dengan menggunakan teknologi Virtual Reality (VR) Meta Quest, yang dapat membawa imajinasi pengguna kepada berbagai daftar destinasi wisata di Indonesia.

Promosi digital itu digunakan sebagai penggerak agar para wisatawan AS semakin penasaran untuk berwisata ke Indonesia, kata KJRI San Francisco.

Kegiatan promosi itu juga diiringi dengan pameran batik dan kain ikat tradisional, penampilan tarian daerah, serta pameran potensi ekonomi dan beragam bazar kuliner makanan khas Indonesia seperti sate, lontong sayur, mie bakso, bakso goreng, bajigur, bandrek.

Besarnya ketertarikan pengunjung pada berbagai stan promosi Indonesia juga diutarakan oleh beberapa pengunjung yang rela antre lebih dari sejam lamanya sekedar untuk bisa mengeksplorasi stan VIV.

“Saya merasakan terdapat banyak fitur destinasi wisata juga kopi khas Indonesia di stan VIV yang menggunakan alat Meta Quest/Oculus, sangat menarik, dan memberikan kesan virtual reality seperti membawa kita pada keadaan sebenarnya di salah satu destinasi wisata yang dipilih oleh pengunjung,” ujar Alex Silva, seorang Direktur Marketing salah satu perusahaan travel di San Jose.

Silva menceritakan pengalamannya berkunjung ke Jakarta, Bandung, dan Bali, dan menyatakan ketertarikannya untuk berkunjung lagi ke destinasi wisata lainnya di Indonesia dalam waktu dekat.

Partisipasi dan eksistensi Indonesia pada Commonwealth Club, yang sebagian besar pengunjungnya merupakan warga asing, penting untuk dimanfaatkan terutama guna semakin mendukung pelaksanaan diplomasi ekonomi dan sosial budaya KJRI San Francisco di wilayah kerjanya.

Editor: Mulyo Sunyoto

Artikel asli : https://www.antaranews.com/berita/3153909/kjri-promosi-wisata-indonesia-secara-digital-tarik-minat-wisatawan-as

logo