Kiprah Fesyen sebagai Bentuk Ekspresi Diri di Ruang Publik

Pentingnya sikap adaptif guna wujudkan pariwisata berkualitas
September 23, 2022
Menparekraf Optimistis Kopi Cianjur Bisa Buka Lapangan Kerja
September 23, 2022

Medcom.id/ Yuni Yuli Yanti / 23 September 2022 , 09:00 WIB

Jakarta: Masyarakat memahami ruang publik sebagai ruang untuk berkumpul dan mengekspresikan diri secara bebas. Dalam konteks mode dan fashion, bentuk yang paling konkret dan material adalah dengan ekspresi individu dan pilihan pakaian sehari-hari.

Catwalk atau runaway menjadi landasan khusus, ruang, dan platform di mana fashion diakui sebagai cara mengekspresikan diri. Bahkan, catwalk juga yang dianggap sebagai daya tarik utama serta pusat gaya gravitasi untuk urusan mode dan fashion.

Niluh Djelantik, seorang desainer  sekaligus Ketua DPP Partai NasDem Bidang UMKM mengatakan bahwa keseharian adalah catwalk kita yang sebenarnya. Misalnya, masyarakat Bali setiap ke Pure pakai kebaya, atau masyarakat NTT beribadah mengenakan kain tenun, pakaian merupakan cara kita berbahasa.

“Kami selalu berusaha menunjukkan ke Indonesiaan kami dengan mengenakan kebaya dan kain tradisional pada saat kami hadir di acara-acara resmi. Kami mengenakan kutu baru sebagai cara menampilkan keindahan budaya di ruang publik,” ungkap  dalam forum diskusi virtual ‘Harmoni Budaya Indonesia: Fashion dan Ruang Publik’, Rabu (21/9).

Menurut Niluh, fesyen di ruang publik adalah salah satu cara untuk menunjukan identitas negara sekaligus menjadikan indonesia sebagai negara yang dihormati.

“Kami membagikan kebudayaan Indonesia dari satu ruang ke ruang lainnya, satu daerah ke daerah lainnya dan satu negara ke negara lainnya dengan busana yang kita kenakan,” tutup peraih penghargaan Best Fashion Brand & Designer dari The Yak Awards 2010.

Selain itu, salah satu cara untuk menumbuhkan nasionalisme dalam diri adalah dengan mengapresiasi karya-karya pembuat kain yang tetap mempertahankan kebudayaan indonesia.

Namun, Niluh menyayangkan aksi para influencer dan publik figur yang dianggap memiliki pengaruh yang besar justru selalu memamerkan produk fesyen dari merek luar negeri, sehingga mengakibatkan turunnya rasa nasionalisme seseorang.

“Indonesia kaya dengan hasil karya tangannya seperti kain batik, tenun dan sebagainya. Dengan memakainya berarti kita menghargai atau mengapresiasi budaya indonesia,” pungkas Niluh.

Artikel asli : https://www.medcom.id/gaya/your-fashion/JKRP317b-kiprah-fesyen-sebagai-bentuk-ekspresi-diri-di-ruang-publik

logo