Kesiapan Pariwisata Indonesia Menyambut New Normal di Masa Pandemi

Pemprov DIY Putuskan Juli Jadi Fase Bersama Uji Coba Pembukaan Wisata dan UMKM
June 30, 2020
Penjualan Kopi Garut Mulai Menggeliat di Kenormalan Baru
June 30, 2020

Kumparan.com / Sekar Ayu Ghiffar Ardyanuara / 30 Juni 2020, 15:44 WIB

Perlahan, industri pariwisata siap-siap memasuki new normal meski masih melawan COVID-19. Berbagai aturan disiapkan untuk mencegah pengunjung, pengelola, dan pihak lain di lokasi wisata terinfeksi virus corona. Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves, Odo R.M.Manuhutu saat ini pemerintah akan fokus untuk mendorong perjalanan turis domestik. Dia menegaskan saat ini pun pemerintah sedang menyiapkan protokol kesehatan untuk industri pariwisata. Odo menjelaskan saat ini protokol kesehatan tersebut sudah berada di Kementerian Kesehatan untuk diteliti dan kemudian diterbitkan.

Industri Pariwisata harus memiliki protocol New Normal, saat beroperasi kembali. Berikut poin-poin instruksi Presiden Jokowi saat tatanan New Normal di sector pariwisata :

  1. Perubahan Trend

Kapan new normal diberlakukan mungkin saja terjadi tak lama lagi dalam sektor pariwisata. Dengan pertimbangan tersebut, tren wisata berubah menjadi lebih mengutamakan health, hygiene, safety, dan security.

“Selain itu preferensi liburan akan bergeser ke alternatif liburan yang tidak banyak orang seperti solo travel tour, wellness tour, termasuk juga di dalamnya virtual tourism serta staycation,” kata Jokowi. Jokowi meminta jajarannya melakukan inovasi dan perbaikan di sektor pariwisata. Protokol new normal yang mengutamakan kesehatan dan keselamatan harus siap saat menyambut wisatawan.

  1. Jangan Tergesa-gesa

Keinginan mengaktifkan kembali sektor pariwisata dan secepatnya menjawab kapan new normal diberlakukan, berisiko menyebabkan pelaku industri tergesa-gesa. Jokowi menekankan perlunya pengecekan kondisi di lapangan sebelum membuka kembali destinasi wisata.

“Mengenai waktunya kapan, ini betul-betul tolong tidak usah tergesa-gesa, tetapi tahapan-tahapannya yang tadi saya sampaikan dilalui dan dikontrol dengan baik,” kata Jokowi.

Jokowi meminta jajarannya mengidentifikasi destinasi wisata dengan potensi penularan virus corona kurang dari satu. Dengan berbagai persiapan dan penerapan protokol kesehatan yang ketat maka destinasi wisata bisa dibuka secara bertahap.

Poin lain yang diingatkan Presiden Jokowi adalah risiko kasus impor corona yang sangat besar. Adaya kasus impor corona bisa merusak citra pariwisata Indonesia sehingga harus diantisipasi dengan cepat dan tepat.

“Betul-betul harus disiapkan sebuah standar baru menjadi sebuah kultur baru, kebiasaan baru di sektor pariwisata. Dan perlunya sosialisasi yang masif diikuti uji coba, diikuti simulasi-simulasi, dan perlunya dimulai sekarang ini pengawasan agar betul-betul standar protokol kesehatan itu dijalankan di lapangan,” kata Jokowi. Jokowi meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama menyiapkan program promosi pariwisata dalam negeri yang bebas ancaman virus Corona. Pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif juga harus berbenah di segala bidang menghadapi new normal.

Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa saat nanti pariwisata kembali di buka, pariwisata harus fokus pada wisatawan nusantara. Oleh karena itu, Jokowi meminta agar dicek daerah wisata mana saja yang sudah mengalami penurunan kasus Covid-19. Adapun daerah yang sudah turun kurvanya, dapat kembali membuka pariwisata. Salah satu syaratnya adalah daerah itu harus sudah memiliki R0 di bawah satu, Rt di bawah satu.

Artikel Asli : https://kumparan.com/sekarardyanuara/kesiapan-pariwisata-indonesia-menyambut-new-normal-di-masa-pandemi-1thxNBzHzX0/full

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

logo
Hubungi Kami