Kenaikan Tarif Taman Nasional Komodo Ditunda hingga 1 Januari 2023

GNFY Bali 2022 Siap Bergulir untuk Memacu Pemulihan Ekonomi Pariwisata  
August 8, 2022
Sandiaga Dorong Santri Menekuni Industri Kreatif Digital  
August 8, 2022

 

 

Kumparan.com / kumparanTRAVEL/ 8 Agustus 2022, 17:32WIB

Tarif masuk ke Taman Nasional Komodo sebelumnya ditetapkan naik sebesar Rp 3,750 juta per tahun sejak 1 Agustus 2022 lalu. Tarif tersebut digunakan untuk biaya kontribusi konservasi.

Namun, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Indonesia, Sandiaga Uno, mengatakan bahwa Pemprov NTT akhirnya menunda pelaksanaan kenaikan tarif TN Komodo.

“Setelah kita mencermati, banyak berdiskusi, menampung aspirasi, dan berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan, kita bangun suatu dialog dan setelah kita lakukan koordinasi, saya laporkan ke bapak presiden, akhirnya Pemprov NTT mengumumkan penundaan dari pelaksanaan kenaikan tarif kontribusi konservasi,” kata Sandiaga Uno, saat ditemui kumparan di Istana Negara, Senin (8/8).

Penundaan ini dilakukan untuk memperbaiki sistem komunikasi, agar mampu memberikan banyak pemahaman tentang apa saja manfaat kontribusi terhadap konservasi. Hal ini bertujuan untuk menjaga TN Komodo dari aspek pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Semua aspirasi yang diberikan masyarakat pun sudah ditampung untuk mengambil sebuah keputusan. Dan diharapkan nantinya pelayanan pariwisata bisa berfokus pada keberlanjutan, konservasi, dan ekonomi bisa diwujudkan secara beriringan.

Sebelumnya, kenaikan tarif TN Komodo juga dikhawatirkan berdampak pada sepinya pengunjung yang datang ke destinasi wisata favorit para turis tersebut, meskipun memang penurunan tidak terjadi secara signifikan.

“Dari data yang kita terima ternyata tidak signifikan perbedaan jumlah kunjungan ke komodo. Tapi yang perlu kita pastikan adalah dampak terhadap UMKM dan ekonomi, agar tidak terjadi penurunan yang signifikan,” ucap Sandiaga Uno.

“Justru malah ada potensi peningkatan dari penghasilan masyarakat, karena sekarang airport sudah dibangun, fasilitas pariwisata, dan ekonomi kreatif sudah disiapkan. Kita harapkan tentu akan meningkatkan penghasilan masyarakat,” tambahnya.

Semua penundaan ini juga sudah mendapatkan arahan dari Presiden Joko Widodo. Sehingga semua yang dilakukan sudah sesuai dari arahan presiden.

Dalam waktu lima bulan dari sekarang, pemerintah akan bergerak dengan cepat untuk memperbaiki komunikasi publik, perbaiki penyerapan aspirasi, pemantauan situasi terutama tentang penundaan dan pembatalan kunjungan.

Nantinya, jika ada masalah akan ditangani secara transparan, agar narasi baik terhadap kenaikan pariwisata di Indonesia tidak berubah.

Sandiaga pun mengatakan bahwa penundaan tarif ini akan berlangsung hingga 1 Januari 2023.

“Kita menetapkan bahwa 1 januari 2023 adalah waktu di mana tarif kontribusi akan diterapkan. Tapi beberapa bulan ke depan ini akan kita siapkan melalui suatu komunikasi yang transparan, responsible, dan fair. Kita mau tampung semua aspirasi dari seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Sandiaga.

Artikel asli : https://kumparan.com/kumparantravel/kenaikan-tarif-taman-nasional-komodo-ditunda-hingga-1-januari-2023-1ycbEKu04yA/full

logo