Kemenparekraf Serahkan Donasi 130 Konsentrator Oksigen dari Trip.com ke Kemenkes

PHRI Sarankan Syarat Vaksin Untuk Pengunjung Hotel Ditinjau Ulang
August 4, 2021
Siaran Pers: Menparekraf Dorong Institusi Pendidikan Cetak SDM yang Berintegritas
August 4, 2021

Kumparan.com/ Red/ 4 Agustus 2021, 17:36 WIB

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menerima donasi 130 unit konsentrator oksigen dari Trip.com, agen perjalanan online yang berkantor pusat di Shanghai, China.

Bantuan itu diserahkan Kemenparekraf ke Kemenkes dan didistribusikan ke unit-unit pelayanan kesehatan dalam penanganan COVID-19.

Menparekraf Sandiaga Uno pun secara simbolis menyerahkan donasi alat konsentrator oksigen dari Trip.com kepada Menkes Budi Gunadi Sadikin di Kantor Bea Cukai, Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Rabu (4/8).

Turut hadir perwakilan dari Trip.com, Sandy Sanyoto; Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Finari Manan; Dirut Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra; dan Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya.

Konsentrator oksigen merupakan perangkat yang dapat dioperasikan dengan mudah. Perangkat ini bekerja dengan cukup menyambungkannya ke stop kontak listrik atau menggunakan baterai.

Cara kerja alat ini adalah menyaring udara di ruangan yang awalnya terdiri dari 80 persen nitrogen dan 20 persen oksigen. Konsentrator oksigen menggunakan udara, kemudian menyaringnya dan diubah menjadi 90 hingga 95 persen oksigen murni.

Dalam sambutannya, Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan, sesuai pesan Presiden Jokowi bahwa di situasi saat ini semua pihak harus memiliki sense of urgency dan sense of crisis guna menghadapi pandemi COVID-19. Sehingga kebangkitan ekonomi dapat terwujud dan tentunya akan tercipta lapangan kerja yang seluas-luasnya.

“Oleh karena itu saya merasa bahwa setiap kita memiliki tanggung jawab. Ini sebagai salah satu upaya gotong-royong untuk menghadapi pandemi dari pihak dunia usaha kepada pemerintah. Diharapkan ini bisa cepat disalurkan bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno menjelaskan, saat ini tingkat keterisian Rumah Sakit (BOR), khususnya di DKI Jakarta sudah berada di bawah 60 persen. Dengan kedisiplinan penerapan protokol kesehatan, diharapkan angka BOR akan terus menurun sehingga sektor Parekraf akan segera bangkit.

Selain itu, vaksinasi juga menjadi salah satu faktor utama yang harus dilakukan percepatan.

“Target kita di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terkait vaksin yaitu 34 ribu sampai 40 ribu per hari di seluruh tanah air. Baik dari Sabang sampai Merauke. Untuk itu kami hadirkan beberapa sentra vaksinasi di destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif. Alhamdulillah, kata Pak Menkes, stok vaksinasi sudah tersedia cukup. Sehingga ini diharapkan mampu mencapai target vaksinasi 2 juta per hari,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Trip.com melalui Kemenparekraf. Menurutnya, bantuan alat kesehatan ini akan membantu dan menyelamatkan pasien-pasien COVID-19 yang saat ini tengah membutuhkan pasokan oksigen.

“Saya terima kasih sekali, berkat sumbangan ini akan banyak pasien yang terselamatkan. Alat ini menyelamatkan banyak nyawa, sebelum lebaran hanya butuh 400 ton per hari, setelah kasusnya naik, kita membutuhkan pasokan di atas 2.000 ton per hari. Dan pabrik-pabrik di Indonesia waktu itu produksinya hanya 1.700 dan hal itu masih kurang,” jelasnya.

Hal itu membuat pihak Kemenkes berpikir keras bagaimana kekurangan oksigen itu bisa tercukupi. Salah satu caranya yaitu dengan alat atau pabrik oksigen kecil seperti ini.

Alat ini bisa menghasilkan 10 liter oksigen per menit dan pengoperasiannya juga mudah karena tinggal dihubungkan ke listrik. Alat ini cocok bagi pasien-pasien yang ada di IGD atau yang ada di ruang isolasi ringan.

“Tapi juga sangat membantu bagi relawan untuk meminjamkan bagi pasien yang sedang isoman di rumah. Caranya mudah tinggal dihubungkan ke listrik dan bahan bakunya sudah disediakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Karena alat ini sifatnya sangat mobile, jadi bisa dengan mudah dipinjamkan tinggal diatur bagaimana cara peminjamannya,” terangnya.

Budi Gunadi juga menjelaskan pihaknya menargetkan memiliki 50 ribu alat konsentrator oksigen. Saat ini pihaknya sudah menerima donasi sebanyak 15 ribu dan sudah membeli sebanyak 20 ribu, nantinya akan didistribusikan ke seluruh rumah sakit yang memiliki ruang isolasi.

“Hitung-hitungannya jika ada 1.000 oksigen konsentrator akan menghasilkan 20 ton per hari. Sehingga dengan target itu diharapkan mampu menghasilkan 1000 ton per hari nantinya,” pungkasnya.

Artikel Asli : https://kumparan.com/kumparannews/kemenparekraf-serahkan-donasi-130-konsentrator-oksigen-dari-trip-com-ke-kemenkes-1wGaSoyg5V6/full

Attachments

logo