Kemenparekraf Punya Beberapa Langkah Kongkrit untuk Pariwisata Berkelanjutan

Keren, Tim Indonesia Sabet Juara 3 Kompetisi Tari Internasional di Daegu Korea Selatan
July 13, 2022
Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: World Beach Games 2023 Jadi Strategi Datangkan Wisatawan
July 14, 2022

Medcom.id/A. Firdaus/13 Juli 2022, 18.17 WIB

Jakarta: Pariwisata berkelanjutan masih menjadi sorotan utama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wakabaparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengatakan, Kemenparekraf punya beberapa langkah kongkrit untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan di tanah air.

Wamenparekraf Angela menyampaikan itu ketika menghadiri Seminar dan Pelatihan Desa Wisata di Tukad OOS. Pada kesempatan itu, ia mengatakan kalau Kemenparekraf mendorong desa-desa wisata yang ada di sekitar Sungai Tukad OOS, Bali dapat menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan.

Bali sebagai the heart of Indonesia tourism tentunya sudah menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan ini sejak lama. Bahkan dikatakan Wamenparekraf ada filosofi yang kita kenal sebagai “tri hita karana”, yang mengajarkan kita untuk menjaga keharmonisan antara manusia dengan Sang pencipta, dengan alam, dan dengan sesama.

“Jadi sebenarnya ini adalah inti dari pariwisata berkelanjutan pariwisata yang tidak menggerus, pariwisata yang semakin berkembang, jika kita lestarikan dan pariwisata yang manfaatnya bisa kita berikan dari generasi ke generasi,” kata Wamenparekraf Angela.

Di sekitar Sungai Tukad OOS, Bali sendiri terdapat 10 desa wisata. Di antaranya Desa Singapadu Tengah, Desa Batuan, Desa Lodtunduh, Desa Sayan, Desa Singakerta, Desa Kliki, Desa Buahan, Desa Bukian, Desa Kerte, dan Desa Taro.

Wamenparekraf Angela mengatakan 10 desa wisata ini memiliki potensi alam dan budaya yang besar. Guna memaksimalkan potensi yang ada, dijelaskan Angela Kemenparekraf memiliki beberapa langkah kongkrit dalam mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan di tanah air.

“Kita secara konkrit telah mengeluarkan berbagai kebijakan, kekuatan kelembagaan, dan program-program yang untuk memperkuat ekosistem pariwisata berkelanjutan di Indonesia,” kata Wamenparekraf Angela.

Salah satunya dengan program desa wisata berkelanjutan yang menjadi salah satu program kunci dari Kemenparekraf. Di mana sesuai RPJMN tahun 2020 – 2024 sendiri ditargetkan ada 244 desa wisata yang maju dan mandiri hingga akhirnya tersertifikasi berkelanjutan.

“Sebetulnya hari ini (Selasa 12 Juli) sudah melebihi target, sudah 293 desa wisata yang masuk kategori maju dan mandiri. Tapi PR-nya adalah disertifikasinya, baru 33 desa wisata yang baru tersertifikasi berkelanjutan,” katanya.

Oleh karena itu, Wamenparekraf mengatakan kolaborasi dengan berbagai pihak perlu lebih diperkuat lagi guna mendorong desa-desa wisata tersertifikasi berkelanjutan, sehingga desa wisata di Indonesia bisa naik kelas dan semakin unggul.

“Selain itu saya kira kita bisa kembangkan berbagai event, kita bisa kolaborasikan promosi bersama dan penggunaan teknologi, dan penguatan standar layanan yang meningkatkan praktik usaha lebih berkelanjutan lingkungan, melestarikan kearifan lokal, dan pemberdayaan masyarakat setempat,” ujar Angela.

“Dan yang paling penting pada akhirnya yang kita inginkan agar desa-desa wisata itu menjadi desa wisata mandiri, khususnya mandiri secara ekonomi, yang bisa menjadi nilai tambah bagi masyarakat setempat dan bisa membiayai pelestarian yang dibutuhkan,” pungkas Angela.
(FIR)

 

Artikel asli : https://www.medcom.id/gaya/wisata/zNAr03nb-kemenparekraf-punya-beberapa-langkah-kongkrit-untuk-pariwisata-berkelanjutan

logo