Kemenparekraf Percepat Geliat Sektor Pariwisata lewat Protokol 3K

Pandemi, Promotor Musik Pilih Diskusi di CMEW Bersama Kemenparekraf
November 16, 2020
Penyandang Disabilitas Tetap Eksis di Tengah Pandemi
November 17, 2020

Inews.id/Vien DImyati/Diterbitkan 16 November 2020 pukul 21.29 WIB

iNews.id – Memasuki kebiasaan adaptasi baru, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mempercepat geliat pariwisata melalui protokol kesehatan, keamanan, dan keselamatan (3K). Juru Bicara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Prabu Revolusi menyebutkan, saat ini pemerintah tengah mendorong geliat sektor wisata dengan mengandalkan wisatawan domestik seiring belum dibukanya kembali wisata mancanegara.

 

Upaya yang dilakukan yakni mendorong penerapan integrasi protokol 3K (kesehatan, keamanan, dan keselamatan) destinasi pariwisata. Lewat protokol tersebut diharapkan dapat mendorong kepercayaan wisatawan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. “Semua kita lakukan untuk memastikan pariwisata Indonesia kita bisa berdenyut lagi, bisa kembali jutaan orang yang bersandar hidupnya pada pariwisata bisa kembali bernafas dan banyak hal yang kita lakukan tidak hanya di Bali,” kata Prabu Revolusi.

 

Lebih lanjut dia mencontohkan, Labuan Bajo misalnya, telah disimulasikan protokol 3K untuk pertama kalinya di Indonesia. Saat ini Indonesia mempunyai protokol yang terintegrasi antara Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan.  “Integrasi yang sebelumnya sulit, ternyata sekarang bisa dilakukan. Sebanyak 23 Kelembagaan dan Kementerian bersatu padu, satu visi untuk membuat satu protokol yang selama ini kita idam-idamkan dan ternyata bisa,” kata dia. Labuan Bajo menurutnya jadi percontohan pertama dan nanti akan diadopsi oleh daerah-daerah lain agar protokol 3K itu bisa diimplementasikan ke daerah-daerah lain.

 

Prabu menambahkan, kapanpun wisatawan datang, inginnya destinasi wisata Indonesia sudah siap. “Kapanpun wisata itu datang, kita ingin sudah siap. Kita tidak ingin terburu-buru, melakukan genjot pariwisata ketika semuanya belum siap. Kita tidak ingin wisatawan kecewa ketika datang. Sekarang ini kita perlahan tapi pasti yang jelas untuk mempersiapkan semuanya untuk menyambut wisatawan datang saat pandemi selesai,” kata Prabu.

 

Menurutnya, Aman dan nyaman menjadi kunci untuk diterapkan di destinasi wisata Indonesia dan masih punya pekerjaan rumah yang besar. Sementara, terkait dengan kapan dibukanya pintu masuk bagi wisatawan mancanegara, Prabu menerangkan, untuk wisatawan asing, kewenangannya bukan di Kemenparekraf.  “Itu ada di imigrasi dan Kemenlu, kita tunggu saja. Yang bisa dilakukan dilakukan saat ini adalah menyiapkan saja destinasi wisatanya agar kapanpun penerbangan dari mancanegara dibuka ke Indonesia, kita sudah siap.

 

Namun demikian, patut dipahami tren ke depan dalam satu dua tahun, sebetulnya tren berwisata lebih ke domestik. Kita malah berharap wisata ini nanti akan besar dari domestik, dari kita sendiri,” katanya. “Dari kajian yang ada, orang masih enggan untuk pergi ke luar negeri untuk berlibur. Jadi kita memastikan justru fokus pada wisatawan domestik. Ditambah lagi tren wisata ke depan lebih kepada keluarga, private atau menghindari keramaian. Maka Indonesia adalah tempat yang paling tepat. Fokus kita lebih kepada wisatawan domestik agar bisa bangkit karena tentu ini menjadi pilihan yang masuk akal,” katanya.

 

Editor : Vien Dimyati

Artikel Asli: https://www.inews.id/travel/destinasi/kemenparekraf-percepat-geliat-sektor-pariwisata-lewat-protokol-3k?page=all

logo
Hubungi Kami