Kemenparekraf: FSI 2022 harus jadi wadah manfaat pelaku kuliner

Kadispar: 800 wisman dijadwalkan ke Batam dan Bintan hingga Mei 2022
March 4, 2022
Jetstar Asia Kembali Layani Rute Denpasar-Singapura PP, Tiketnya Mulai Rp 1 Juta
March 4, 2022

Antaranews.com/ M Baqir Idrus Alatas /  4 Maret 2022, 13:41 WIB

 

“Semoga yang kita lakukan, ikhtiar kita ini membawa berkah dan manfaat yang sebesar-besarnya. Khususnya dalam rangka pemulihan ekonomi Indonesia”

 

Jakarta (ANTARA) – Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Fadjar Hutomo mengatakan program FoodStartup Indonesia (FSI) 2022 harus menjadi momentum serta wadah atau ekosistem yang bermanfaat bagi pelaku usaha kuliner.

“Semoga yang kita lakukan, ikhtiar kita ini membawa berkah dan manfaat yang sebesar-besarnya. Khususnya dalam rangka pemulihan ekonomi Indonesia,” katanya saat peluncuran FSI 2022 di Tangerang, Banten, sebagaimana dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat.

Program FSI 2022 ditujukan untuk pengembangan usaha sektor kuliner, terutama bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar dapat meningkatkan kapasitas sekaligus memperluas akses pembiayaan. Pada tahun 2022, FSI mengusung tema Planet, People, Profit (3P) yang merupakan tiga hal penting dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.

Program ini disebut mencari bisnis kuliner yang menginspirasi dan berkembang dengan orientasi keseimbangan antara keberlanjutan, dampak sosial, dan profitabilitas.

“Kita perlu concern (perhatian) dengan tiga hal ini yang sering dikatakan sebagai triple bottom line (konsep 3P). Profit, startup sebagai sebuah entitas bisnis mau tidak mau salah satunya harus memperhatikan aspek profit untuk dapat memiliki keberlanjutan dari sisi ekonomi,” ucap Fadjar.

Selain itu, ia menyatakan bahwa pelaku ekonomi kreatif (ekraf) subsektor kuliner harus kreatif, inovatif, dan memperhatikan siklus bisnis dengan baik menimbang industri kuliner bersifat inklusif.

“Di sini hubungan antara profit dan people itu harus kuat,” ujar dia.

Adapun dari sisi people dan planet, pelaku usaha dianggap patut selalu memperhatikan soal kultur atau sumber daya lokal sebagai upaya menjaga keberlangsungan lingkungan. Begitu pula hubungan antara profit dan planet yang dinilai mesti memperhatikan tingkat konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

“Ini ada tugas, ada beban, ada tanggung jawab moral kita semua sebagai penggerak ekonomi kreatif kuliner di Indonesia untuk juga concern,” ungkap Deputi Fadjar.

Pada acara puncak, Demoday FSI 2022 dilakukan berdampingan dengan Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) Global Conference 2022 yang merupakan bagian atau side event dari Presidensi G20 Indonesia.

FSI 2022 akan menghubungkan pengusaha rintisan (startup) di bidang kuliner dengan ekosistem yang terintegrasi. Ekosistem ini merujuk pada suatu jaringan ekraf kuliner, yakni pemerintah, mentor bisnis, permodalan, supplier (vendor), investor, hingga pemasaran. Sehingga diharapkan dapat mendukung kebangkitan ekonomi dengan semakin terbukanya lapangan kerja. Untuk pendaftaran FSI 2022, secara resmi dibuka mulai hari ini hingga 25 April 2022.

Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf Hanifah Makarim menerangkan FSI akan mengkurasi pelaku ekraf kuliner dan membuka kesempatan untuk mendapatkan pembiayaan atau permodalan dengan skema pinjaman konvensional/syariah/pembagian laba/pembagian saham. Setelah peluncuran, program ini akan berisi serangkaian acara pendaftaran, seleksi, dan penjurian.

Bagi peserta terpilih akan mendapatkan sesi mentoring, business matching, hingga acara puncak yaitu Demoday yang terdapat kegiatan showcase produk, mentoring, dan final pitch pada Juni 2022.

Editor: Faisal Yunianto

Artikel asli : https://www.antaranews.com/berita/2738981/kemenparekraf-fsi-2022-harus-jadi-wadah-manfaat-pelaku-kuliner

logo