Kemenparekraf Diminta Kembangkan Potensi Desa Wisata, Bisa Bangkitkan Pariwisata

Anggaran 2021 Naik, Kemenparekraf Ungkap Strategi Pulihkan Dampak Pandemi COVID-19
September 24, 2020
Kemenparekraf Dorong UMKM Pariwisata Segera IPO
September 24, 2020

Kumparan.com / Saktia Andri Susilo / 24 September 2020, 11:30 WIB

JAKARTA, suaramerdeka.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI diminta mengembangkan potensi desa wisata. Apalagi, selama ini desa wisata masih luput perhatian pemerintah. “Padahal menurut UNWTO, pertumbuhan rural tourism malah tumbuh 6 persen. Jangan sampai kita kehilangan kesempatan untuk mengambil peluang ini,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih dalam pesan singkatnya, Kamis (24/9).

Menurutnya, desa wisata bisa membangkitkan pariwisata setelah dihajar pandemi. Hal tersebut juga disampaikannya dalam rapat pembahasan anggaran dengan Menparekraf Wishnutama Kusubandio di DPR, sehari sebelumnya. “Selama ini, turis mancanegara yang mengenal Indonesia dengan wisata pedesaannya baru dalam hitungan jari. Hanya empat desa yang sudah mendunia. Yakni dua di Bali dan dua di Yogyakarta,” ujarnya.

Empat desa wisata dimaksud adalah Desa Pemuteran (Bali), Desa Penglipuran (Bali), Desa Wisata Nglanggeran (Yogyakarta) dan Desa Pentingsari (Yogyakarta). Keempat desa tersebut masuk dalam Top 100 Destinasi Berkelanjutan di Dunia versi Global Green Destinations Days (GGDD). “Keempat desa wisata itu berhasil mendunia berkat upaya dan kearifan lokal warganya yang kompak mempertahankan konservasi lingkungan dan budaya. Jadi, jangan anggap remeh lingkungan,” tandasnya.

Karena mestinya Indonesia menjadikan isu pembangunan berkelanjutan tersebut dalam pengembangan desa-desa wisata lainnya. Dia juga menegaskan perlunya pengarusutamaan isu lingkungan. “Khususnya kedalam perencanaan pembangunan masyarakat pedesaan. Apalagi, 90 persen wilayah NKRI adalah desa,” tegasnya.

Jadi, bila sepertiganya saja dikembangkan dalam pariwisata berkelanjutan, maka akan menguatkan level pariwisata Indonesia secara global. Karenanya, politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu meminta Menparekraf memfokuskan kebijakan kepada pembangunan pariwisata. “Khususnya di pedesaan, mengacu pada panduan UNWTO tentang destinasi wisata yang berkualitas (Quality Destination). Termasuk didalamnya adalah respect for the environment and human heritage (lingkungan dan warisan budaya),” imbuhnya.

Selain itu, menekankan pentingnya pengelolaan manajemen destinasi di desa wisata dalam rangka menuju kualitas yang diharapkan. Dia juga mengingatkan perlunya koneksi dan kerjasama yang baik antar instansi pemerintah. Dalam hal ini antara Kemenparekraf dengan Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. “Hal itu untuk mewujudkan pembangunan desa wisata berkelanjutan,” tukasnya.

Artikel Asli : https://www.suaramerdeka.com/news/parlemen/241467-kemenparekraf-diminta-kembangkan-potensi-desa-wisata-bisa-bangkitkan-pariwisata

logo
Hubungi Kami