Siaran Pers : Kemenparekraf Kirim Bantuan Paket Balasa kepada Pelaku Pariwisata Riau
September 1, 2020
Enam hotel di Yogyakarta terverifikasi penuhi protokol kesehatan
September 1, 2020

Cnnindonesia.com / CNN Indonesia / 01 September 2020 ,14:24 WIB

Jakarta, CNN Indonesia — Pecinta kopi yang sedang berwisata ke Mataram, Nusa Tenggara Barat, kini bisa keliling kota naik Bus Kopi, yang dirancang oleh Himpunan Pramuwisata Indonesia (HTI) untuk mengenalkan khazanah kopi di kawasan tersebut sekaligus mengembangkan potensi wisata alam dan sejarah.

Bus Kopi merupakan terobosan dari HTI yang menyulap bus pariwisata mereka menjadi tempat kuliner karena selama pandemi COVID-19, bus pariwisata milik mereka tidak pernah beroperasi.

“Bus Kopi ini dirancang agar masyarakat tidak hanya menikmati sajian kuliner dalam bus, tapi masyarakat bisa menikmati suasana keliling Kota Mataram,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H Nizar Denny Cahyadi, seperti yang dikutip dari ANTARA pada Selasa (1/9).

Bus Kopi setiap harinya siaga di distro kuliner Taman Budaya Jalan Majapahit, mulai pukul 16.00-18.00 Wita.

Adapun, fasilitas di dalam bus tersebut sudah disiapkan tempat duduk dengan desain berhadap-hadapan seperti halnya di kereta api dengan kapasitas 26 orang.

“Jumlah kapasitas itu sudah disesuaikan dengan protokol COVID-19, karena setengah dari kapasitas normal. Kalau normal, isinya bisa 50 orang,” ujar Denny.

Selain itu, disiapkan makanan ringan, kopi dengan berbagai rasa, live music, hiburan komedi, serta setiap penumpang di bis kopi akan diajak berkeliling ke sejumlah objek wisata Kota Mataram.

“Kita bisa menikmati sensasi ngopi di atas bus sambil keliling kota. Untuk menikmati fasilitas itu, mereka memasang tarif Rp49 ribu per orang,” kata Denny.

Denny menyebutkan, beberapa objek wisata yang dapat dikunjungi dengan menggunakan bis kopi ini adalah Taman Budaya, ke Gapura Tembolak, Ampenan, Bekas Bandara, Islamic Center, Mayure, kemudian balik lagi ke Taman Budaya.

“Di setiap titik wisata petugas akan menjelaskan sejarah tentang objek wisata yang dikunjungi. Penumpang juga bisa turun untuk foto-foto,” katanya.

Target pengunjung Bus Kopi ini untuk turis dari luar daerah, tapi karena saat ini masih sepi, maka turis lokal diharapkan bisa memberikan partisipasinya.

Dia menilai, langkah yang dilakukan HTI ini bentuk ekonomi kreatif di tengah lesunya kondisi ekonomi khususnya sektor pariwisata saat pandemi COVID-19.

“Sebelum pandemi COVID-19 berakhir, masyarakat dituntut memunculkan hal-hal baru untuk mendongkrak ekonomi. Konsep mendekatkan produk dengan konsumen menjadi salah satu trik jitu,” katanya.

Jika publik dirasa antusias, tak menutup kemungkinan kalau akan ada penambahan Bus Kopi atau kuliner lain di objek wisata sekitar Mataram.

“Nantinya di spot-spot ini dilengkapi dengan tempat kuliner. Jadi, bis nanti bisa singgah di sana. Wisatanya dapat, ekonominya berputar,” katanya.

Artikel Asli : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200901100102-269-541434/keliling-mataram-bisa-naik-bus-kopi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

logo
Hubungi Kami