Kawasan Pariwisata Bintan Resort Masih Bertahan di Tengah Kerugian

Menparekraf apresiasi suksesnya Festival Teluk Jailolo Halmahera Barat
June 17, 2021
Siaran Pers : Kolaborasi Berbagai Pihak akan Dorong Majunya Sektor Parekraf Kolaka Sultra
June 17, 2021

Medcom.id/ Antara / 17 Juni 2021, 14:56   WIB

Tanjungpinang: Kawasan pariwisata berskala internasional di Lagoi, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, yang dikelola Bintan Resort masih bertahan, meski dilanda kerugian yang besar selama pandemi covid-19.

“Maret 2020 sampai sekarang tidak mendapat omzet. Kerugian yang dialami terlalu besar,” kata Group General Manager Bintan Resort Abdul Wahab, yang dihubungi dari Tanjungpinang, dikutip dari Antara, Kamis, 17 Juni 2021.

Ia mengemukakan nilai investasi berupa infrastruktur di kawasan pariwisata yang dikelola Bintan Resort mencapai USD1,5 miliar. Saat ini, kata dia masih ada tujuh hotel yang masih beroperasi. Sementara sembilan hotel lainnya sudah tidak lagi beroperasi.

“Komitmen kami, rasa optimistis kami tetap terbangun dan terjaga,” ujarnya.

Wahab mengatakan komunikasi dengan pemilik dan General Manager Hotel senantiasa dilakukan, terutama dalam rangka mempersiapkan protokol kesehatan yang dapat diterima Pemerintah Singapura.

Bintan Resort dan seluruh pemilik hotel yang berada di kawasan pariwisata yang dikelola Bintan Resort optimistis Pemerintah Singapura membuka akses warganya untuk berlibur ke kawasan pariwisata tersebut.

Apalagi Presiden Jowoki telah menetapkan Bintan Resort sebagai pilot project kawasan pariwisata dengan protokol kesehatan. Komunikasi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Singapura akan membuahkan hasil yang positif untuk sektor pariwisata di Bintan, yang berbatasan dengan Singapura.

Optimisme Pemerintah Indonesia membangkitkan sektor pariwisata, khususnya di Bintan semakin mendorong rasa percaya diri dan optimistis Bintan Resort untuk bertahan.

Seandainya hingga akhir 2021, Singapura tetap lockdown, Bintan Resort tetap bertahan. Bintan Resort tetap bertahan karena merasa yakin Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Indonesia dapat menyelesaikan permasalahan ini.

“Dengan program herd imunity atau vaksinasi, sepertinya tidak ada alasan lagi untuk menutup diri. Kami yakin 90 persen Singapura membuka akses masyarakatnya untuk berlibur ke Bintan,” katanya.

Pembukaan Bintan Resort sebagai kawasan pariwisata yang aman dari covid-19 harus memenuhi protokol kesehatan. Vaksinasi sebagai penguatan imunitas masyarakat juga menjadi syarat mutlat yang dipenuhi dalam pengoperasian kawasan pariwisata di Lagoi.

Artikel Asli : https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/nbwXJVmk-kawasan-pariwisata-bintan-resort-masih-bertahan-di-tengah-kerugian

logo