Jogja Menggeliat, Wisatawan Pilih Objek Terbuka

Terbitkan Panduan, Kemenparekraf Ingin Pariwisata Belitung Terapkan Kebiasaan Baru
November 17, 2020
“Staycation” dan “roadtrip” tren favorit pemburu diskon wisata
November 18, 2020

Suaramerdeka.com /Agung Priyo Wicaksono/ 18 November 2020, 07:55 WIB

YOGYAKARTA, Suaramerdeka.com – Geliat pariwisata mulai terasa di tengah pandemi Covid-19. Tempat-tempat wisata ramai dikunjungi terutama yang terbuka seperti pantai, Malioboro dan lainnya.

”Wisatawan cenderung memilih tempat terbuka sebagai tujuan, mereka tentu mempunyai pertimbangan matang memilih objek wisata,” ungkap Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY, Marlina Handayani dalam webinar menumbuhkan pariwisata pasca pandemi.

Menurut Marlina, pihaknya memberlakukan protokol kesehatan ketat di setiap objek pariwisata apalagi yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Bahkan Dinas Pariwisata menerbitkan buku panduan yang ditulis dalam bahasa Jawa yang familiar yakni ”Pranatan Anyar Plesiran Jogja”. Buku disusun berdasarkan masukan dari berbagai pihak seperti WHO, Satgas Covid-19, para pakar dan lainnya.

Panduan tersebut intinya berisi apa saja yang harus dilakukan dalam kegiatan wisata seperti penginapan atau hotel, objek wisata, bagaimana pengunjung melakukan wisata dan simulasi protokol kesehatan. Juga ada aplikasi online untuk reservasi tempat menginap maupun pemesanan tiket destinasi wisata.  Semua dilakukan secara virtual.

Masih Berlangsung

Satgas Covid-19 melalui dr Siswanto dari RSA UGM menegaskan pandemi masih berlangsung, peningkatan jumlah yang terpapar juga makin banyak. Karena itu adaptasi kebiasaa  baru harus benar-benar dilakukan. Ia memberi solusi perlunya mengubah cara pandang masyarakat menghadapi pandemi.

”Data di Kemenkes masih terus naik, pandemi masih  berlangsung bahkan WHO mencurigai virus corona bisa menyebar lewat udara. Karena itu harus benar-benar menjalankan protokol kesehatan,” tandas Siswanto. Ia menambahkan perlunya penataan kawasan wisata agar pengunjung merasa aman dan nyaman serta terhindar dari paparan virus corona.

Sementara itu, Head of Corporate Communications & Event Management PT AXA Mandiri Financial Services, Luile Sawitri mengungkapkan ada kesadaran dari masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan di masa pandemi melalui asuransi. Mereka menyadari mahalnya kesehatan sehingga perlu mengasuransikan diri.

Artikel Asli : https://www.suaramerdeka.com/regional/kedu/247312-jogja-menggeliat-wisatawan-pilih-objek-terbuka

logo