Jika Vaksinasi Capai 80%, Pemerintah akan Buka Lagi Pariwisata Mancanegara pada September

Laporan Pemantauan Covid-19 di Sektor Parekraf (27 Agustus 2021)
August 27, 2021
Sandiaga Dorong Kemajuan Industri Fesyen Muslim Indonesia
August 27, 2021

Medcom.id/ Suci Sedya Utami / 27 Agustus 2021 ,16:58   WIB

Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan tingkat vaksinasi covid-19 berkorelasi besar dalam pembukaan kembali destinasi pariwisata asing serta sentra ekonomi kreatif.

Termasuk pembukaan Travel Corridor Arrangement (TCA) di Bali, Batam, dan Bintan dengan syarat vaksinasi dosis lengkap mencapai 75 hingga 80 persen. Syarat tersebut dikarenakan vaksinasi merupakan salah satu pilar dalam upaya menekan penyebaran covid-19.

“Presiden Jokowi sudah merencanakan akhir September tercapai, berarti kita mengarahkan September ini prakondisi tersebut bisa dituju,” ujar Sandiaga dalam keterangan resmi, Jumat, 27 Agustus 2021.

Sandiaga menjelaskan pembukaan Batam, Bintan, Bali juga harus melihat faktor prakondisi lainnya seperti sertifikasi CHSE end-to-end, dan kesiapan industri. Jika berbagai program pemerintah untuk membantu pelaku parekraf tereksekusi dengan baik, ia optimistis akhir kuartal III atau kuartal IV uji coba pembukaan dari perbatasan bisa mulai dilakukan.

“Karena Phuket sudah memulai dari awal Juli dengan konsep sandbox, berarti kita bisa memulai juga paling tidak di tiga destinasi yang saya sebutkan Batam, Bintan, dan Bali,” jelas Sandiaga.

Kemenparekraf menargetkan vaksinasi bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif mencapai 95 persen. Hingga 23 Agustus 2021, lebih dari 193 ribu masyarakat telah tervaksinasi melalui berbagai sentra vaksinasi kolaborasi Kemenparekraf dengan banyak pihak.

Ditargetkan sampai dengan September 2021, sebanyak 450 ribu masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif tervaksin lewat sentra vaksinasi Kemenparekraf. Sehingga angkanya dapat terus bertambah sampai Desember 2021.

Lebih lanjut, Sandiaga mengimbau masyarakat untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi yang dikembangkan pemerintah.Kemenparekraf akan memaksimalkan peran dan fungsi dari aplikasi tersebut yang nantinya dapat mengasistensi juga memfasilitasi berbagai kebutuhan masyarakat tentang protokol kesehatan ataupun informasi tentang vaksin, juga crowd control di destinasi.

“Aplikasi ini kita harapkan akan mampu memantau secara ketat dan juga memberikan peluang kita untuk membuka perbatasan kita seiring dengan penurunan kasus dari covid-19,” ujar Sandiaga.

Sementara itu, Dirjen Informasi dan Diploma Publik Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan aplikasi PeduliLindungi juga berperan dalam identifikasi masyarakat yang telah divaksinasi sehingga dapat menjadi sarana tracking dan tracing.

Pemerintah dapat memantau jumlah masyarakat yang telah tervaksinasi, sehingga hal tersebut dapat berpeluang membangun sistem pendataan sertifikat vaksin dengan berbagai negara mitra.

“Walaupun belum terdapat standardisasi global, sertifikat vaksin perlahan menjadi normal dan kebiasaan internasional. Dan terdapat peluang membangun sistem pendataan sertifikat vaksin dengan berbagai negara mitra, khususnya yang menyumbang wisman dengan dampak ekonomi yang signifikan,” ujar Faizasyah.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan pendistribusian vaksin di Batam dan Bintan sudah hampir mencapai 75 persen. Ia menyebut pihaknya terus mempersiapkan pembukaan Batam dan Bintan.

“Kasus covid-19 di Batam Bintan juga sudah melandai, dan kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam pembukaan Batam dan Bintan,” jelas Ansar.

Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.

Artikel Asli : https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/8ko419WK-jika-vaksinasi-capai-80-pemerintah-akan-buka-lagi-pariwisata-mancanegara-pada-september

logo