Jadi Tempat Isolasi Pasien COVID-19, POP! Hotel Kelapa Gading Ditutup untuk Umum

Tingkat hunian hotel di Kota Bogor pekan ini sekitar 41 persen
September 28, 2020
Pantai Padang Betuah jadi ikon wisata baru Bengkulu Tengah
September 28, 2020

Kumparan.com / Konten Redaksi kumparan/ 28 September 2020, 8:20 WIB

Pemerintah pusat memanfaatkan hotel-hotel berbintang 2 dan 3 di Jakarta sebagai lokasi isolasi pasien corona COVID-19 berkategori orang tanpa gejala (OTG). Hotel-hotel ini disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kasus virus corona di Jakarta yang masih cukup tinggi.

Salah satu hotel yang terlibat dalam program pemerintah itu adalah POP! Hotel Kelapa Gading, Jakarta Utara. POP! Hotel Kelapa Gading secara resmi menutup menutup hotel untuk umum setelah mulai digunakan sebagai tempat isolasi mandiri pasien OTG COVID-19 mulai Minggu (27/9).

”Efektif mulai hari Minggu 27 September 2020, POP! Hotel Kelapa Gading ditunjuk oleh pemerintah sebagai tempat isolasi mandiri bagi OTG (Orang Tanpa Gejala) sehingga ditutup untuk umum,” tulis Summarecon Mal Kelapa Gading dalam unggahannya di sosial media Instagram, Minggu (27/9).

Dalam laman Instagramnya, Pop! Hotel Kelapa Gading juga mengatakan bahwa keterlibatannya sebagai tempat isolasi mandiri OTG karena kapasitas rumah sakit di Jakarta yang sudah terisi penuh. Terlebih, RS di Jakarta saat ini diprioritaskan bagi pasien dengan gejala yang lebih berat dan butuh perawatan intensif.

Isolasi di hotel pun tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Setiap pasien yang menjalani isolasi mandiri harus menjalankan serangkaian aturan, seperti tidak boleh keluar kamar, tidak boleh dijenguk, dan menjalani pemeriksaan kesehatan berkala oleh tim medis.

Selain itu, lokasi isolasi mandiri juga akan dijaga oleh tim dokter, Satgas COVID, TNI dan Polri. Pihak hotel juga akan menutup total akses langsung POP! Hotel menuju Mal Kelapa Gading.

POP! Hotel Kelapa Gading juga memastikan pihaknya menerapkan protokol kesehatan yang ketat di area hotelnya. Mereka menyebut setiap kamar pasien akan dilakukan pembersihan sebelum pasien check in dan setelah check out. Tidak hanya itu, area publik juga akan dilakukan pembersihan dengan disinfektan setiap hari.

Selain untuk pasien, protokol kesehatan juga disiapkan untuk para karyawan hotel. Setiap karyawan hotel dilarang berinteraksi langsung dengan pasien OTG. Para staf hotel juga akan bekerja selama 21 hari dan ikut dikarantina di dalam hotel. Tidak hanya itu, pihak POP! Hotel Kelapa Gading juga akan menyediakan swab test bagi karyawan yang akan mengganti sif.

”Jika hasilnya negatif, akan dikarantina selama 7 hari lagi sebelum keluar hotel,” tulis POP! Hotel Kelapa Gading.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memastikan pemerintah menyiapkan pusat-pusat karantina untuk pasien COVID-19 yang bergejala ringan di provinsi DKI Jakarta. Pasien dengan gejala ringan atau orang tanpa gejala (OTG) ini tidak boleh melakukan isolasi mandiri karena berpotensi menular kepada keluarga.

Jokowi juga mengatakan, pemerintah telah bekerja sama dengan hotel bintang satu dan dua sebagai tambahan fasilitas karantina. Sebelumnya, Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menyebut ada 27 hotel dipastikan akan berpartisipasi dengan total kapasitas sekitar 3.700 kamar.

Artikel Asli : https://kumparan.com/kumparantravel/jadi-tempat-isolasi-pasien-covid-19-pop-hotel-kelapa-gading-ditutup-untuk-umum-1uHkvKoHGHs/full

logo
Hubungi Kami