Jabar Jadi Provinsi Penyumbang Peserta Desa Wisata Terbanyak, Disparbud Fokus Pendampingan

Menparekraf: Inovasi, adaptasi, kolaborasi kunci atasi perubahan besar
July 30, 2021
Kabar Baik! Sandiaga Uno Siapkan Paket Wisata Menarik untuk Nakes
July 30, 2021

Pikiran-rakyat.com/Novianti Nurulliah/Diterbitkan 30 Juli 2021 pukul 08.48 WIB

PIKIRAN RAKYAT – Provinsi Jawa Barat menjadi provinsi penyumbang terbanyak peserta dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Sebanyak 127 Desa Wisata di Jabar telah didaftarkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada pertengahan Juli lalu.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat pun mulai fokus melakukan pendampingan persiapan teknis kepada pengelola 127 Desa Wisata yang berpartisipasi.

Pendampingan yang dilakukan Disparbud Jabar bersama dinas pariwisata di tingkat kabupaten dalam rangka ADWI 2021 menyangkut banyak hal.

Di antaranya pemanfaatan digital marketing atau promosi melalui media sosial.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dedi taufik menyatakan bahwa komitmen tersebut terus dilakukan meski di tengah pandemi Covid-19.

Pendampingan dalam hal yang berkaitan dengan penilaian ADWI, yakni pembuatan foto atau video untuk video profil desa wisata, pengelolaan homestay, toilet, standar CHSE, penguatan produk lokal, pengemasan produk dan brandingnya.

Hal ini tidak terlepas dari analisa pasar terbesar kunjungan wisata lokal berada di Jawa Barat dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia.

“Kami terus mendorong Desa wisata dengan keunikan serta keaslian atraksi wisata alam, budaya, kuliner dan produk ekonomi kreatifnya terus ditingkatkan dari sisi kualitasnya,” ucap dia, Kamis, 29 Juli 2021.

Pihaknya optimistis bisa meraih juara dari berbagai kategori dan kelas (rintisan, berkembang dan maju).

“Anugerah Desa Wisata ini juga sebagai ajang untuk mempromosikan desanya dan memperkuat jejaring desa wisata baik di Jawa Barat dan di tingkat Nasional. Desa yang ikut ADWI juga ada yang berbasis budaya,” kata Dedi.

“Kami dari dinas akan membantu membantu persiapannya. Dari beberapa kategori, kita lakukan bimtek teknis para peserta dengan menggandeng akademisi,” ujar dia melanjutkan.

Contohnya, untuk kategori homestay, toilet dan CHSE, akademisi yang mendampingi dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) akan menjelaskan standar kebersihan dan indikator lain dalam penilaian ADWI 2021.

Kemudian, kategori kuliner akan melibatkan komite Ekraf Jabar untuk mendampingi bagaimana pengemasan, kesehatan, packaging, branding. Bimtek ini pun termasuk dalam pola penyusunan proposal, mengemas foto dan video.

Dari ratusan desa wisata yang menjadi peserta, di antaranya Desa Batulayang dan Desa Tugu Selatan, di Cisarua Bogor, kemudian Desa Cibuntu di Kabupaten Kuningan dan Desa Saung Ciburial di Garut.

“Persiapan akan dilakukan dengan maksimal, agar optimisme tetap terjaga sampai nanti pengunguman pemenang pada Desember 2021,” katanya.

Hal ini diapresiasi Menteri Parekraf Sandiaga Uno saat membuka Workshop dan Bimbingan Teknis Online kepada peserta dari wilayah IV Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten.

Sandiaga Uno berharap dalam ajang ini bisa muncul desa wisata berkelas dunia dari Jawa Barat. Pemerintah daerah diminta untuk terus menggali potensi destinasi yang bisa berdampak pada ekonomi.

Artikel Asli: https://www.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-012302094/jabar-jadi-provinsi-penyumbang-peserta-desa-wisata-terbanyak-disparbud-fokus-pendampingan

logo
Hubungi Kami