Intervensi teknologi bantu tempat wisata jamin kenyamanan pengunjung

Sambut Garuda Terbang Perdana Jepang-Bali, Pengusaha: Yang Penting Ada Rute Dulu
February 3, 2022
Sandiaga Dukung Family Sunday Movie 2022: Jadilah Agen Perubahan Ekraf
February 3, 2022

Antaranews.com / Nanien Yuniar / 3 Februari 2022, 12:49 WIB

Jakarta (ANTARA) – Intervensi teknologi dapat membantu tempat wisata dan tempat rekreasi menjamin kenyamanan pengunjung serta mengoptimalkan pendapatan.

Pada akhir 2021,  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyarankan operator venue untuk menerapkan sistem reservasi dan mengacu pada protokol yang telah ditetapkan.

Surat edaran Kemenparekraf menetapkan bahwa tempat wisata, taman rekreasi dan tempat hiburan lainnya yang memiliki manajemen pengelolaan dapat diizinkan beroperasi dengan kapasitas maksimal yang ditentukan Pemerintah.

Co-founder & CEO, GOERS, Sammy Ramadhan, menjelaskan GOERS Experience Manager (GEM) Solution adalah solusi teknologi terintegrasi untuk manajemen pengelolaan reservasi, kunjungan dan ticketing bagi destinasi wisata-rekreasi.

Teknologi ini membantu berbagai tipe destinasi, seperti waterpark, taman hiburan, galeri, museum, tempat wisata alam & buatan, untuk meningkatkan pendapatan dan beroperasi guna membantu Pemerintah mengakselerasi pemulihan sektor pariwisata nasional.

“Digitalisasi adalah kunci agar destinasi wisata-rekreasi dapat beroperasi sesuai regulasi Pemerintah dengan tetap menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung,” kata Sammy dikutip dari keterangan resmi, Kamis.

“Pertama kali diluncurkan pada 2019, solusi ini berevolusi seiring dengan berkembangnya kebutuhan mitra kami dan dinamika industri pariwisata. GEM Solution tidak hanya membantu mitra kami beradaptasi dengan perubahan regulasi dengan cepat, tetapi juga membantu memaksimalkan potensi pendapatan mereka.”

Badan Pusat Statistik mencatat bahwa Indonesia memiliki hampir 3.000 destinasi wisata-rekreasi pada 2019. Sayangnya, belum semuanya terdigitalisasi.

Sistem pengelolaan manual memiliki pilihan pembayaran yang terbatas dan sangat rentan terhadap kebocoran data & keuangan karena kesalahan manusia, kebocoran kunjungan karena pemalsuan tiket serta keterbatasan dalam memonitor jumlah pengunjung.

Manajemen pengelolaan digital yang otomatis dan mandiri memungkinkan operator destinasi wisata-rekreasi untuk memiliki sistem penjualan online dan onsite, penanganan kunjungan hingga promosi yang terotomasi, efisien dan akurat.

“GEM Solution mampu mengurangi kerumunan dan mencegah over kapasitas sehingga destinasi tetap dapat beroperasi sesuai dengan peraturan dan pedoman CHSE yang telah ditentukan oleh Pemerintah. Revenue mitra kami pun berpotensi meningkat hingga 180 persen. Sebagian besar mitra kami mengalami peningkatan kunjungan hingga 80 persen dalam 3 bulan pertama,” kata Sammy.

Lima fitur utama dari GEM Solution untuk pengelola tempat wisata dan rekreasi adalah solusi ticketing dan reservasi dengan berbagai opsi sistem pembayaran, validasi tiket dan crowd control, Point of sale tiket, ritel dan dining, akses data lebih mudah, real-time dan satu pintu bagi pengelola destinasi wisata-rekreasi serta Promotion Tools dengan kode voucher dan email blast.

Teknologi besutan GOERS ini telah bekerja sama dengan lebih dari 50 destinasi wisata-rekreasi, antara lain Taman Impian Ancol, Go! Wet Grand Wisata Bekasi, Faunaland Ancol, Dunia Fantasi Ancol dan Rumah Atsiri Indonesia.

“GEM Solution telah membantu dalam operasional kami dan dapat dengan mudah menyesuaikan perubahan regulasi yang sangat cepat. Selain itu, GEM Solution meningkatkan akurasi data pencatatan kunjungan di venue kami hingga 90 persen,” ungkap Anggita Widyananda Nugraha, Communication and Partnership Lead, Rumah Atsiri Indonesia.

Dulunya merupakan bekas pabrik Citronella Indonesia-Bulgaria, Rumah Atsiri Indonesia telah menjadi kompleks edukasi-rekreasi, penelitian dan pengembangan minyak esensial.

Co-founder & COO, GOERS, Niki Tsuraya Yaumi, mengatakan pandemi membuktikan bahwa ketergantungan industri pariwisata kepada teknologi digital semakin tinggi. Destinasi wisata yang sudah melewati proses digitalisasi akan lebih mudah ditemukan konsumen, membuat kunjungan meningkat.

“Hal ini selaras dengan rencana Kementerian Pariwisata RI untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan mengakselerasi pemulihan sektor pariwisata nasional,” pungkas Niki.

Editor: Maria Rosari Dwi Putri

Artikel asli: https://www.antaranews.com/berita/2681425/intervensi-teknologi-bantu-tempat-wisata-jamin-kenyamanan-pengunjung

logo