Industri Perhotelan di Yogyakarta Kembali Menggeliat

MXGP Samota Bakal Tingkatkan Wisata NTB
May 20, 2022
BBTF 2022 siap bantu pemulihan ekonomi Indonesia melalui pariwisata
May 20, 2022

Medcom.id/ Ahmad Mustaqim / 20 Mei 2022, 15:18  WIB

Yogyakarta: Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menambah kapasitas penerimaan tamu, dari 60 persen menjadi 80 persen. Penambahan kapasitas ini diharapkan berdampak positif pada industri wisata di Kota Gudeg.

“Alhamdulillah selama libur lebaran dan long weekend, okupansi naik hingga mencapai 90 persen lebih. Dan selama liburan ini tidak terjadi peningkatan kasus covid-19,” kata Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono dihubungi, Jumat, 20 Mei 2022.

Deddy mengatakan kebijakan itu diambil menyusul pelonggaran kegiatan masyarakat yang telah diputuskan pemerintah. Pelonggaran terbaru yakni tidak wajib pemakaian masker saat aktivitas di luar ruangan.

Ia mengatakan penambahan kapasitas penerimaan hingga 80 persen itu sudah mulai diterapkan. Menurut dia, ada tren positif atas keterisian okupansi kamar saat libur akhir pekan.

“Saat long weekend ada hotel yang bisa menjual menjual kamarnya atau semua terisi,” katanya.

Situasi ini menjadi tahapan transisi pandemi menuju endemi. Ia menilai kondisi pariwisata dan perhotelan dan pariwisata akan segera pulih setelah sempat terpuruk sekitar dua tahun.

Deddy mengatakan seluruh anggota PHRI DIY siap menerima wisatawan seperti situasi sebelum pandemi, termasuk wisatawan asing. Hal ini juga didukung dibukanya rute penerbangan luar negeri melalui Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo dengan rute tujuan Kuala Lumpur, Malaysia dan sebaliknya. YIA juga akan membuka rute dari dan ke Singapura bulan depan.

“Kami harapkan sektor pariwisata bisa kembali bangkit kembali, baik domestik maupun wisatawan mancanegara,” ungkapnya.

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pun mulai mengembalikan selter hotel karantina pasien covid-19 ke fungsi semula. Situasi ini menyusul penurunan jumlah kasus aktif covid-19 yang terkendali.

“Salah satunya Hotel Mutiara ini kan kosong, nanti kalau dibutuhkan lagi kami siapkan, termasuk selter di kabupaten dan kota,” kata Sekretaris Daerah Pemerintah DIY, Kadarmanta Baskara Aji.

Hotel Mutiara dijadikan selter pasien covid-19 dari semula direncanakan untuk tempat pemberdayaan UMKM. Hotel yang ada di kawasan Malioboro itu dibeli Pemerintah DIY dengan nominal Rp170 miliar.

Kadarmanta mengatakan kebijakan itu juga diiringi dengan pengembalian tugas para tenaga kesehatan. Selama ini banyak tenaga kesehatan yang ditempatkan di shelter pasien covid-19 sejak angka kasus covid-19 melonjak.

Menurut dia, selter yang telah dikembalikan fungsinya itu tak serta merta dikunci. Pihaknya membuka kemungkinan memfungsikan bangunan kembali menjadi selter.

“Tetapi prinsipnya kami tetap siapkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” ujarnya.

Artikel asli : https://www.medcom.id/nasional/daerah/ybJrgYmb-industri-perhotelan-di-yogyakarta-kembali-menggeliat

logo