Industri Pariwisata Diprediksi Kembali Menguat Pada 2022, tapi Tanpa Turis Asing

Laporan Pemantauan Covid-19 di Sektor Parekraf (26 Agustus 2021)
August 26, 2021
Pengamat Sebut Sertifikasi CHSE Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia
August 26, 2021

Kumparan.com/ Red / 26 Agustus 2021, 16:24 WIB

Industri pariwisata di Indonesia diprediksi kembali bergeliat pada 2022 mendatang. Peningkatan ini akan didorong oleh aktivitas wisatawan domestik.

Pengamat pariwisata, Jajang Gunawijaya, menyebut hingga beberapa tahun ke depan Indonesia masih mengandalkan wisatawan domestik. Sebab, masih perlu waktu dan persiapan yang panjang untuk menyambut kembali wisatawan mancanegara usai pandemi COVID-19.

“Kalau pemerintah sudah menyatakan pandemi bisa dikendalikan, ada pelonggaran signifikan jadi berbagai aktivitas ekonomi bisa dibuka lagi, pariwisata akan menggeliat,” kata pengamat pariwisata Jajang Gunawijaya kepada Antara, Kamis (26/8).

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sosial dan Politik (LPPSP) FISIP Universitas Indonesia itu memprediksi, wisatawan dalam negeri yang menjadi tumpuan dalam membantu geliat industri akan kembali normal.

Kondisi yang aman membuat warga bisa berwisata dengan nyaman, sehingga diharapkan dapat membantu destinasi-destinasi wisata di Indonesia kembali bangkit.

“Kalau untuk wisatawan mancanegara, butuh waktu lebih lama lagi. Bisa 1-2 tahun untuk kembali normal karena imbas dari pandemi berkepanjangan merusak struktur ekonomi masyarakat di luar negeri, termasuk dari negara yang banyak berwisata ke Indonesia,” jelas dia.

Untuk menantikan datangnya kembali wisatawan mancanegara, Jajang menegaskan prosesnya lebih memakan waktu karena perekonomian negara-negara lain juga belum pulih sepenuhnya. Padahal, wisatawan asing yang ingin berlibur ke luar negeri harus jauh-jauh hari mempersiapkan keuangan sebelum berwisata.

Hal ini berbeda dengan wisatawan domestik yang lebih fleksibel untuk berlibur di dalam negeri kapan pun mereka mau selama ada kesempatan.

Di tengah kondisi yang belum pasti, persiapan untuk liburan juga menjadi molor. Orang-orang juga belum bisa memprediksi kapan pandemi akan berakhir atau bisa dikendalikan sepenuhnya, jadi persiapan keuangan untuk berlibur belum dilakukan.

“Makanya kalau tahun 2022 pandemi bisa dikendalikan, belum tentu wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia. Karena mereka perlu menabung dulu, lalu ekonomi negara yang bersangkutan pun belum normal,” ujar dia.

Faktor lainnya yang tak kalah penting adalah mengembalikan kepercayaan wisatawan mancanegara terhadap upaya Indonesia mengendalikan COVID-19 yang mempengaruhi kondisi lingkungan yang akan mereka datangi. Kondisi normal di mana wisatawan mancanegara berdatangan ke Indonesia seperti dulu diharapkan bisa terjadi dalam dua tahun mendatang.

 

Tren Wisata Berubah

Di sisi lain, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan tren pariwisata di masa pandemi COVID-19 berubah dengan lebih mengedepankan wisata yang aman dari penyebaran virus dan lebih pribadi.

Masyarakat diprediksi akan menyukai wisata yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan mereka secara spesifik, lebih menjurus kepada kearifan lokal (localize), wisata yang dilakukan bersama dengan keluarga (personalize), dan dilakukan tidak berbondong-bondong atau dalam jumlah yang lebih sedikit (smaller size).

Wisata minat khusus seperti pendakian gunung, olahraga arung jeram hingga ekowisata selalu punya peminat setia yang siap “beraksi”, begitu pemerintah memberikan lampu hijau untuk kembali beraktivitas. Harapan masayarakat untuk berwisata diyakini sangat tinggi, yang tersisa adalah kesabaran untuk menanti kondisi aman untuk bepergian.

Artikel Asli : https://kumparan.com/kumparantravel/industri-pariwisata-diprediksi-kembali-menguat-pada-2022-tapi-tanpa-turis-asing-1wPG3mDUp8a/4

logo