Terima Stimulus COVID-19, Garuda Indonesia Sesuaikan Tarif Tiket Pesawat
October 26, 2020
Pengelola Objek Wisata di Blora Diminta Terapkan Protokol Kesehatan
October 26, 2020

Suaramerdeka.com / Eko Fataip/ 23 Oktober 2020, 13:34 WIB

SEMARANG, suaramerdeka.com – Dampak pandemi Covid-19 yang merambat ke sektor pariwisata menuntut para pemandu wisata atau pramuwisata lebih kreatif.

Dari sisi pengelolaan, inovasi diperlukan untuk menarik wisatawan, termasuk upaya meningkatan kompetensi sumber daya manusianya.

Pengelola Desa Wisata di Bergas Kidul, Kabupaten Semarang misalnya, baru-baru ini mendapat pelatihan dari Tim Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Universitas Negeri Semarang (Unnes).

“Pemandu wisata di sana kami bekali berbagai pelatihan seperti public speaking, kepemanduan dan experiential learning. Mereka kami harapkan dapat memiliki pengetahuan tentang kepemanduan wisata yang lebih baik,” kata Ketua Tim Pengabdian, Cahyo Yuwono MPd, Jumat (23/10).

Menurutnya, tidak sedikit Desa-desa Wisata mengalami penurunan dalam aktivitas kegiatannya. Penurunan aktivitas ini semestinya bisa dimanfaatkan para pengelola untuk melakukan berbagai peningkatan, seperti perbaikan sarana prasarana, kompetensi pengelola, dan kegiatan lain yang dapat dilakukan untuk menyiapkan pada masa kebiasaan baru.

Pihaknya menginginkan, nantinya pramuwisata di desa wisata setempat mampu membuat breakdown penerimaan kunjungan dari kelompok seperti kegiatan lapangan dari sekolah atau instansi tertentu.

“Termasuk mendata dan menyiapkan berbagai kebutuhan lapangan, serta mengoordinir berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan kunjungan, seperti bagian konsumsi, perlengkapan, dan bagian-bagian lain yang mendukung keterlaksanaan kegiatan kunjungan,” jelasnya.

Adapun materi pelatihan public speaking di antaranya bagaimana seorang pramuwisata dapat menjadi pemandu dalam mengondisikan kelompok sesuai paket wisata yang disiapkan.

Kemudian pelatihan kepemanduan berisi tentang etika dan tata cara seorang pemandu wisata dalam melakukan pendampingan terutama pada siswa PAUD.

“Sedangkan kegiatan experiential learning berfokus pada praktik lapangan, seperti menjadi fasilitator outbound, operator flying fox, dan kegiatan-kegiatan dinamika kelompok dalam bentuk permainan,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Pengelola Desa Wisata Bergas Kidul, Sugianto mengemukakan, pihaknya kini sedang berfokus mengembangkan wisata edukasi dengan segmen utama siswa sekolah, baik PAUD, SD, SMP, maupun SMA. Karena itu, kegiatan-kegiatan yang diprogramkan berorientasi pada wisata edukatif.

Artikel Asli : https://www.suaramerdeka.com/regional/semarang/244820-imbas-pandemi-pramuwisata-dituntut-kreatif

logo
Hubungi Kami