Ide Gubernur Sulawesi Utara soal Karantina WNA di Pulau Bangka Banjir Pujian

Isi Adendum SE 24/202, aturan pengetatan mobilitas libur akhir tahun  
December 14, 2021
Sandiaga Imbau Traveler Tak Liburan ke Luar Negeri saat Nataru: di Indonesia Aja
December 14, 2021

Antaranews.com /  Manado Bacarita / 14 Desember 2021, 9:41 WIB

MANADO – Sejumlah kebijakan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey, terkait dengan penanganan COVID-19, awalnya banyak yang mendapatkan pertentangan. Namun, perlahan namun pasti kebijakan tersebut akhirnya menginspirasi daerah lain serta mendapatkan apresiasi dari banyak pihak.

Lihat saja ketika kebijakan wajib tes antigen ulang untuk semua pelaku perjalanan yang tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado yang diatur di dalam Surat Edaran Gubernur Sulawesi Utara No:440/21.4093/Sekr-Dinkes pada 30 Juni 2021. Saat itu, banyak yang merasa hal itu sebagai kebijakan buang-buang anggaran.

Namun, terbukti jika kebijakan itu justru mengungkap praktik kecurangan surat keterangan PCR palsu, serta mencegah masuknya penumpang yang positif COVID-19 ke Sulawesi Utara, karena sudah terdeteksi terlebih dahulu saat tiba di Sulut.

“Terima kasih pak, ini hebat. Semula kami pikir bisnis, tapi ternyata fasilitas yang diberikan pemerintah. Ini contoh yang bagus,” ujar anggota DPR RI, Arzeti Bilbina pada pertemuan Delegasi Panja Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR-RI, menanggapi kebijakan tes antigen untuk penumpang.

Tak hanya itu, terobosan Gubernur Olly lainnya terkait COVID-19 kembali mendapatkan banyak apresiasi, yang kali ini datang dari para top agent travel di luar negeri dan dalam negeri. Terobosan itu adalah program karantina di Pulau Bangka, Minahasa Utara, untuk WNA yang baru tiba di Sulut.

ASITA, platform traveling Traveloka, hingga sejumlah Agent travel dari Singapura dan Malaysia, menyampaikan pujian dengan terobosan tersebut. Ketua Asita Sulut, Merry Karouwan, menyebutkan program yang digagas Gubernur Olly adalah yang pertama di Indonesia, di mana WNA maupun Indonesia yang sejak Mei lalu masuk melalui Bandara Sam Ratulangi, ditawarkan melaksanakan karantina di dua resort di Pulau Bangka Likupang.

“Hingga saat ini, semua tamu mengaku puas dengan layanan dan pelaksanaan karantina di Murex resort dan Bastianos di Pulau Bangka ini. Ini merupakan hal terbaik, di mana pak Olly tetap ketat menjalankan protokol COVID-19, tapi memberikan kepuasan tersendiri untuk yang menjalankan karantina,” ujar Merry.

Senada disampaikan Daniel dari Traveloka. Dalam diskusi virtual yang dilaksanakan bersama sejumlah Agent ASITA Sulut, Kadis Pariwisata Sulut Henry Kaitjily dan Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Pariwisata, Dino Gobel, Daniel mengaku tertarik dengan program karantina di pulau ini.

“Semua memuji karena karantina di pulau dengan resort yang cantik. Penanganannya pun profesional di Murex dan Bastiaanos,” kata Merry mengutip pernyataan dari 30 travel agent top internasional.

Artikel Asli : https://kumparan.com/manadobacirita/ide-gubernur-sulawesi-utara-soal-karantina-wna-di-pulau-bangka-banjir-pujian-1x6h1LjhZhZ/full

logo