Hotel dan Tekstil ‘Banting Setir’ Bisnis di Tengah Corona

Pondok Pesantren Ummul Quro, Jepara Terapkan Pesantren Wisata
April 28, 2020
Wisata “wellness” dan domestik diprediksi jadi tren usai pandemi
April 28, 2020

CNN Indonesia | Selasa, 28/04/2020 06:35 WIB

 

Jakarta, CNN Indonesia — Virus corona membuat berbagai jenis usaha terpaksa banting setir demi menghindari gulung tikar. Salah satu di antaranya adalah industri perhotelan.

Group Director of Sales Hotel Aryaduta Valentia Agustadi mengisahkan sepinya pemesanan kamar hotel membuat perusahaan terpaksa menutup sementara beberapa hotel jaringan Aryaduta,

Walhasil, Valentia mengungkapkan perusahaan memulai bisnis baru, yakni paket isolasi mandiri selama 14 hari, lengkap dengan fasilitas makan tiga kali sehari.

“Saat ini beberapa hotel kami sedang tutup, banyak yang tertarik (paket isolasi mandiri),” terangnya kepada CNNIndonesia.com pada Senin (27/4).

Valentia tidak dapat merinci lebih lanjut terkait pendapatan dari bisnis baru tersebut. Namun, dia mengakui inovasi tersebut membantu mengisi pundi pendapatan perusahaan. Selain Aryaduta, JW Marriott pun menjajal usaha kuliner untuk buka puasa.

Lewat akun Instagram @JWMarriottJkt, hotel jaringan internasional tersebut menawarkan berbagai varian paket bertajuk #IftarToYou. Paket yang dapat dipesan lewat WhatsApp mau pun sambungan telepon itu akan diantar sampai ke rumah pelanggan.

“Layanan deliverybyJW mempersembahkan Paket Iftar To You dan bingkisan JW Hampers dari JW Marriott Jakarta,” seperti dikutip dari akun @JWMarriottJkt.

Selain perhotelan, industri tekstil pun ikut tergerus karena pandemi virus corona. Para pebisnis tekstil pun mulai ‘banting stir’ seperti PT Pan Brothers Tbk yang mulai memproduksi masker dan APD akibat tingginya permintaan.

Vice Chief Executive Officer Pan Brothers Anne Sutanto mengatakan pihaknya berkomitmen memproduksi 100 juta masker dan 10 juta APD hingga Agustus 2020.

“Kontribusi masker dan APD terhadap penjualan perusahaan antara 5 sampai 15 persen, sesuai dengan bulan produksi,” ungkapnya.

Raksasa tekstil lainnya, PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) juga mulai memasarkan masker non-medis dan APD berstandar medis sejak Maret 2020. Banting setir dilakukan perusahaan karena membludaknya permintaan.

“Keputusan untuk menjual ritel akhirnya kami ambil akibat banyaknya pesanan yang masuk dari instansi pemerintah, BUMN, BUMD, pemerintah daerah, yayasan, yang memiliki permintaan hingga puluhan ribu sekaligus,” tulisnya lewat akun @sritexindonesia

Tak hanya perusahaan besar, para UKM pun berinovasi demi menjaga kelangsungan bisnis. Salah satunya yaitu rumah produksi pakaian Sukkhacitta, yang mulai menjual masker kain akibat anjloknya pendapatan usaha.

Chief Operating Officer (COO) Sukkhacitta Bertram Flesch menyebut pendapatan usaha terjun sebesar 70 persen akibat pandemi covid-19. Dengan membuka lini produksi masker, Bertram mengaku sebagian kerugian perusahaan dapat teratasi dengan penjualan masker pada April.

“Meski kami tidak mengambil untung dari penjualan masker namun penjualan kami gunakan untuk membayar secara penuh gaji dari 110 pekerja kami,” ungkapnya.

 

Artikel Asli : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200427185107-92-497800/hotel-dan-tekstil-banting-setir-bisnis-di-tengah-corona

logo
Hubungi Kami