Gelar ”Kebaya Mendunia”, Semarang Undang Desainer Nasional dan Internasional

Gairahkan wisata, Yogyakarta siapkan lima jalur sepeda susuri kampung
September 25, 2020
Wishnutama Tinjau Kesiapan Hotel untuk Isolasi OTG Covid-19
September 25, 2020

Suaramerdeka.com / Muhammad Arif Prayoga /25 September 2020, 17:55 WIB

SEMARANG, suaramerdeka.com –  Kota Semarang berencana untuk menggelar kegiatan fashion show bertaraf Internasional, melalui ”Kebaya Mendunia”. Selain untuk membumikan pakaian kebaya, acara ini juga untuk menarik generasi milenial agar melestarikan keberadaan salah satu pakaian tradisional Indonesia tersebut.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan, ”Kebaya Mendunia” itu idenya berasal dari teman-teman di Kota Semarang. Selama ini, orang berkebaya rata-rata berusia di atas 25 tahun. Artinya, kebaya ini digunakan oleh wanita yang telah berumur. Namun ternyata, saat ini kebaya juga ada yang berkonsep milenial dan dipakai oleh mereka yang masih muda dan terlihat pantas. Mereka mengenakan kebaya tapi tidak kehilangan jati dirinya sebagai seorang milenial. Kemudian, pihaknya berencana menggandeng banyak pihak, termasuk para kumpulan modiste (wanita yang ahli dalam membuat pakaian wanita) untuk lomba kebaya milenial.

”Lomba tersebut akan dikonsep acara secara streaming dan live, yang dihadiri tokoh-tokoh perempuan nasional. Selanjutnya mereka akan diminta untuk membuat fashion show kebaya hasil karya dari juara-juara modiste milineal. Nantinya acara akan dipancarkan ke 50 negara, agar seluruh dunia melihat. Untuk itu, acara tersebut kemudian diberi nama Kebaya Mendunia,” tutur dia.

Agustina mengharapkan, masyarakat dunia akan mengetahui bahwa kebaya itu indah jika dikenakan dan bisa dipakai semua kalangan. Adapun yang menjadi sasaran utamanya secara ideologis, tambah dia, agar anak-anak milenial mengenal budaya berpakaian ala Indonesia. Acara ini rencananya melibatkan beberapa kementerian seperti Kemenlu, Kemendikbud, dan Kemenparekraf. Jika dapat meraih kesuksesan, lanjut dia, maka acara akan dibuat menjadi lebih rutin.

”Kami turut berharap, kebaya nantinya bisa diakui sebagai warisan budaya dunia seperti halnya batik yang diakui Unesco. Konsep itu sudah dibuat. Pemkot Semarang bersedia untuk menjadi lembaga yang mengajukan hal tersebut. Dirjen kebudayaan telah diberitahu, bahwa masyarakat pariwisata mengajukan kebaya menjadi warisan budaya dunia,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang, Heaverita Gunaryanti Rahayu, mengatakan, rencana menggelar ”Kebaya Mendunia” sebenarnya telah berlangsung sejak April 2020. Hanya saja, acara menjadi tertunda persiapannya karena hadirnya pandemi Covid-19. Untuk lokasi, Pemkot Semarang telah menyiapkannya di area wisata Kota Lama.

”Acara kemudian ditunda dan diagendakan kembali rencananya pada akhir Desember 2020. Kami sudah siap untuk menyambut agenda spektakuler ini, tinggal nanti saat eventnya saja. Misalnya menyiapkan situasi di Kota Lama, tempat penginapan bagi tamu-tamu di hotel, mungkin kunjungan ke sejumlah tujuan wisata, kuliner, dan lain-sebagainya,” ungkap dia.

Menurut Ita, sapaan akrab Wakil Wali Kota, acara ini akan mengundang desainer-desainer ternama bertaraf nasional dan internasional. Selain itu, juga melibatkan desainer-desainer muda atau milenial dari seluruh Indonesia.

”Kebaya itu universal. Orang mau pakai dimana dan kapan saja bisa. Kebaya juga menjadi kebanggaan bagi wanita Indonesia. Kebaya pun bermacam-macam jenisnya, karena masing-masing daerah punya ciri khas tersendiri,” terang dia.

 

Artikel Asli : https://www.suaramerdeka.com/news/ekonomi-dan-bisnis/241592-gelar-kebaya-mendunia-semarang-undang-desainer-nasional-dan-internasional

logo
Hubungi Kami