Festival Seni Rakyat Bukti Seniman Tak Berhenti di Masa Pandemi

Siaran Pers : Kemenparekraf Gelar Gerakan BISA di Tiga Destinasi Bali Masuki Adaptasi Kebiasaan Baru
September 11, 2020
The Nusa Dua sediakan 3.685 kamar untuk sambut wisatawan nusantara
September 11, 2020

Suaramerdeka.com / Red / 11 September 2020, 16:34 WIB

SEMARANG, suaramerdeka.com – Era kenormalan baru diharapkan akan menjadi penyemangat kreasi para seniman rakyat. Setelah sukses menggelar Pasar Tiban pada setiap pekannya, yang mewadahi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), kini Desa Wisata Kalipancur yang ada di perbatasan Kecamatan Ngaliyan dan Gunungpati itu akan menggelar Festival Kesenian Rakyat.

Festival ini akan diselenggarakan pada Minggu (13/9) di halaman parkir Desa Wisata Kalipancur dengan menampilkan enam kelompok seni tradisi berupa jathilan (kuda lumping) dari Semarang dan Kabupaten Semarang. Setiap grup akan tampil bergantian dari pagi hingga siang.

“Kami bertujuan mewadahi para seniman tradisi, untuk bisa menampilkan kreasinya setelah selama berbulan-bulan mereka tidak bisa tampil karena pandemi. Meski demikian kami tetap memberlakukan standar protokol baik untuk peserta atau penonton.” kata Manajer Operasional Desa Wisata Kalipancur, Novi Prasetyawan, Jumat (11/9).

Festival seni rakyat itu akan digelar pada setiap bulan. “Nantinya setelah kesenian Jathilan, bulan depannya akan digelar ketoprak dan seni tradisi yang lain,” lanjut Novi Prasetyawan.

Desa Wisata Kalipancur dengan luas lahan 8 hektare ini, menawarkan berbagai kenyamanan berekreasi dengan mengutamakan protokol di era kenormalan baru. Pengunjung bisa beraktivitas seperti memancing di danau, bersepeda, budidaya hidroponik, bertanam, perternakan hewan, danau dan lahan panahan.

Artikel Asli : https://www.suaramerdeka.com/regional/semarang/240296-festival-seni-rakyat-bukti-seniman-tak-berhenti-di-masa-pandemi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

logo
Hubungi Kami