“Escape From The City”, Cara Desainer Sjamsidar Isa Hindari Corona

Hotel Le Meridien Jakarta Buka 77 Kamar bagi Tenaga Medis yang Rawat Pasien Covid-19
May 7, 2020
Kemenparekraf Sediakan Fasilitas Hotel Tambahan untuk Tenaga Medis
May 7, 2020

Sindonews.com/Tedy Ahmad/Diterbitkan 7 Mei 2020, pukul 06.29 WIB

 

JAKARTA – COVID-19 telah membuat orang harus berada di rumah untuk sementara waktu. Hal ini sebagai upaya memutus rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia yang masih meningkat setiap harinya.

Namun, setelah berada di rumah sebulan lebih, tentu ada rasa bosan. Itu hal yang wajar, tapi tak boleh kalah. Caranya, perlu kreatif untuk bisa mengalahkan rasa bosan tersebut, termasuk bagi seseorang yang telah dianjurkan Work From Home.

Jika Anda merasa bosan menjalani Work From Home, banyak cara yang bisa dilakukan, seperti mengambil paket Work From Hotel atau Work From Resort. Karena saat ini banyak hotel atau resort menyediakan paket menginap dua minggu sampai sebulan untuk konsumen.

Seperti yang dilakukan Sjamsidar Isa, salah satu perancang busana ternama Indonesia. Dia bersama suaminya memilih untuk “escape from the city” atau sejenak menjauhi hiruk pikuk perkotaan dan menjalani self distancing di Kawasan Ekonomi Khusus Morotai.

Tjammy, sapaan akrab Sjamsidar bercerita bahwa awal kedatangannya ke KEK Morotai untuk liburan keluarga selama sepekan, tapi karena melihat kondisi wabah corona yang kian menyebar, dia memutuskan memperpanjang waktu inapnya.

Seperti diketahui, KEK Morotai merupakan tempat yang menyenangkan untuk melakukan self distancing. Karena fasilitasnya lengkap, mulai transportasi, makanan, penginapan, beach club hingga diving centers.

“Mengapa memilih Morotai? Karena di sini pantainya sangat indah, pasirnya putih, airnya jernih, dan punya pesona seperti di Maldives. Kami begitu jatuh cinta dengan pulau-pulau di sini, khususnya Pulau Dodola,” ungkapnya di D’ Aloha Resort, di KEK Morotai, baru-baru ini,” kata Tjammy.

“Kebetulan saya dan suami suka pantai, ini yang membuat kami nyaman tinggal di KEK Morotai dan sekarang kami jadi keterusan,” sambung dia.

Aktivitas yang dilakukan bersama suaminya, mulai diving hingga kegiatan santai, seperti jelajah pulau, melihat sunrise dan sunset, bakar ikan, berenang, berjemur, main dengan anak-anak, sampai kegiatan serius, yakni bekerja.

“Sudah banyak yang saya lakukan di Morotai, sampai bekerja pun di sini. Saya meeting online dengan teman-teman di Cita Tenun Indonesia, dengan teman teman Direktorat Perlindungan Kebudayaan, sampai Ikatan Perancang Mode Indonesia,” bebernya.

“Kita membahas banyak project, termasuk bantuan yang kita bisa berikan kepada tenaga medis, garda terdepan yang menangani virus corona. Oleh karenanya, kemarin melalui IPMI kami menyerahkan bantuan perlengkapan APD kepada Kabupaten Pulau Morotai agar para tim medis bisa terlindungi saat menangani pasien COVID-19,” tambah Tjammy.

Tjammy mengaku pengelola KEK Morotai juga mendukung anjuran pemerintah dengan menjalankan prosedur kesehatan, seperti menyediakan menyediakan hand sanitizer bagi yang memasuki D’Aloha Resort, menyediakan tempat cuci tangan di area kawasan pantai.

Upaya tersebut sangat menenangkan dirinya dan para tamu karena komitmen menjaga kesehatan juga dilakukan KEK Morotai – yang merupakan salah satu unit usaha Jababeka Group.

Pelayanan yang diberikan juga baik, dari akomodasi dan tur wisata, sangat profesional dan ramah. Menurutnya, bagi orang-orang yang ingin melakukan self distancing dengan cara menyenangkan, KEK Morotai bisa menjadi salah satu pertimbangan. “Kami sudah lebih dari 5 kali datang ke KEK Morotai, dan pelayanannya tak pernah mengecewakan,” ujar dia.

 

(tdy)

Artikel Asli: https://lifestyle.sindonews.com/read/19921/156/escape-from-the-city-cara-desainer-sjamsidar-isa-hindari-corona-1588806310

logo