Ekonomi Kreatif Moncer di Tengah Pandemi

Jelang Musim Libur, Piwaners Kampanye ‘We Love Bali’
November 13, 2020
Siaran Pers : Kemenparekraf Luncurkan Buku Proyek Desain, Dorong Munculnya Desainer Andal Tanah Air
November 15, 2020

Suaramerdeka.com / Surya Yuli P / 13 November 2020, 17:50 WIB

SALATIGA, suaramerdeka.com – Pelaku ekonomi kreatif di Kota Salatiga harus terus berinovasi agar kualitas produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan baik di pasaran. Pandemi Covid-19 juga bukan menjadi penghalang dalam berkarya, tetapi justru mejadi pemicu untuk terus berinovasi dan berkarya.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto SE MM mengatakan hal itu saat gelar ekonomi kreatif ”Moncer di Tengah Pandemi” di Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo.

Menurutnya, para pelaku usaha kecil harus terus bergerak secara bersama-sama, tentunya mengedepankan inovasi dan kualitas yang diharapkan konsumen. ”Saya mengajak semua pelaku usaha untuk terus berinovasi, tidak perlu minder atas apa yang bapak ibu tekuni. Dengan meningkatkan kualitasnya, maka harga dan permintaan akan mengikuti nantinya,” jelas Yuliyanto.

Yuliyanto mencontohkan saat dirinya mengenalkan salah satu ekonomi kreatif, yakni usaha kopi pada tahun 2017, penjual dalam industri kopi di Salatiga diakuinya masih sedikit. Namun di tahun 2020 ini, kedai kopi sudah meningkat pesat. ”Tahun 2017 hanya terdapat 10 penjual kopi, dan di tahun ini sudah mencapai 120 kedai kopi. Ini menunjukkan hal yang luar biasa dan menjadi daya ungkit untuk pertumbuhan ekonomi dan daya saing di Kota Salatiga,” paparnya.

Terobosan

Dia terus mendorong industri kecil untuk bergerak dengan cara melakukan terobosan dan jangan berhenti di satu titik saja.”Mari kita jaga rasa, jaga mutu, jaga packing. Dengan begitu akan membuat penampilan produk menarik, sehingga orang akan tertarik membeli dan mencoba produknya.”

Tidak hanya soal pelaku usaha kecil saja. Wali kota juga menekankan agar masyarakat berperan aktif dalam mendukung gerakan sadar wisata di wilayahnya masing-masing. “Berkaitan dengan wisata, masyarakat juga harus kreatif. Jangan hanya diam dan tidak punya inovasi. Ini harus kita lakukan secara bersama-sama,” ungkapnya.

Sementara itu, Valentino T Haribowo, kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Salatiga mengatakan, gelar ekonomi kreatif ”Moncer di Tangah Pandemi”, yang diselenggarakan itu merupakan upaya untuk menghidupkan kembali para pelaku usaha kecil, agar aktif meskipun masih pandemi.

”Ini sebagai adaptasi untuk produktif dan sebagai percontohan bagi pelaku usaha ekonomi untuk reaktifasi lagi dalam membangkitkan pertumbuhan ekonomi di Salatiga. Kegiatan ekonomi kreatif diisi dengan pameran dan promosi produk lokal,” kata Valentino.

Artikel Asli : https://www.suaramerdeka.com/news/ekonomi-dan-bisnis/246921-ekonomi-kreatif-moncer-di-tengah-pandemi

logo