Ekonomi Jadi Fokus Utama, Pemkot Semarang Prioritaskan Bangkitkan Sektor Wisata

Peringati Hari Tari Dunia, Toraja Utara Gelar Acara Menari 24 Jam Nonstop
April 7, 2022
Kemenparekraf RI Anugerahi Tiga Desa di Indramayu Desa Wisata
April 8, 2022

Suaramerdeka.com / Hendra Setiawan/ 8 April 2022 , 08:48 WIB

SEMARANG, suaramerdeka.com – Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi menegaskan jika pertumbuhan ekonomi menjadi fokus utama Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang pada 2023.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemkot Semarang, adalah dengan mengungkit kembali sektor pariwisata.

Karena itulah Wali Kota menginginkan jika agenda-agenda pariwisata milik Pemkot Semarang bisa dikolaborasikan dengan berbagai pihak.

Seperti yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu, yaitu Semarang Night Carnival dan juga Dugderan.

Untuk kegiatan di Goa Kreo, Semarang Great Sale, final Denok Kenang, sesaji Rewanda juga perlu dikolaborasikan dengan PHRI dan kelompok wisata.

“Kalau punya agenda wisata, ayo kita buat kalender event bersama-sama. Kemudian kita share ke luar sana supaya mereka kemudian datang ke Semarang dan membelanjakan uangnya di kota Semarang dan ini tentu saja akan meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat,” lanjut Hendrar Prihadi.

Ini disampaikannya, saat paparan dalam (Musyawarah Rencana Pembangunan) Musrenbang Kota Semarang Tahun 2023, di Hotel Harris, Kamis 7 April 2022.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi menjelaskan, program pembangunan sektor pariwisata yang menjadi prioritas Pemkot Semarang.

“Yang prioritas misalnya pengembangan Taman Lalu Lintas yang kemungkinan akan kita joinkan dengan investor. Kemudian pengembangan Pantai Mangunharjo dan juga pembangunan Kebun Raya Tinjomoyo rencana akan dikerjasamakan dengan pihak swasta,” terangnya.

Pengembangan wisata religi juga tidak lepas dari prioritas Hendi dalam mengungkit kembali sektor pariwisata.

Dimulai pada 2022 ini dengan membangun atau memugar makam Kyai Sholeh Darat.

Tahun depan juga akan memperbaiki makam Mbah Syafii di daerah Kedondong, Ngaliyan yang merupakan Pondok Pesantren tertua di Kota Semarang.

Konsep ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) juga disampaikan Hendi dalam membangun sektor pariwisata.

Pemkot Semarang, berencana membangun Balkondes (Balai Ekonomi Desa) di mana wilayah kelurahan bisa mengembangkan aset-aset milik Pemkot yang nanti ada supporting anggaran dari Pemerintah Kota Semarang.

Balkondes ini harapnya bisa menjadi sumber destinasi wisata baru yang tentunya akan menaikkan sentra ekonomi di kota Semarang.

Mendukung upaya-upaya pembangunan sektor pariwisata, pihaknya akan memprioritaskan penyelesaian jalur-jalur yang telah direncanakan sebelumnya namun terhambat akibat pandemi Covid-19.

“Prioritas yang paling penting adalah bagaimana kemudian di tahun 2023 kita bisa back to track kembali ke track awal, meskipun belum bisa maksimal. Antara lain menyelesaikan jalur Jangli misalnya dan juga potensi-potensi lain yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Semarang seperti Wonderia, Tinjomoyo dan Simpang Lima kedua di Singosari,” tutur Hendi.***

Artikel asli : https://www.suaramerdeka.com/semarang-raya/pr-043164802/ekonomi-jadi-fokus-utama-pemkot-semarang-prioritaskan-bangkitkan-sektor-wisata?page=3

logo