Disporarpar Jateng Kampanyekan Gerakan BISA bagi Pengelola Desa Wisata

Dorong Pariwisata Dari Tingkat Desa, Pemkot Bandar Lampung Bentuk 126 Pokdarwis
November 26, 2020
Batam optimistis pariwisata bangkit awal 2021
November 26, 2020

Suaramerdeka.com / Puji Purwanto/ 26 November 2020, 17:52 WIB

BANYUMAS, suaramerdeka.com – Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah mengampanyekan gerakan Bersih, Indah, Sehat dan Aman (BISA) bagi para pengelola desa wisata di 11 kabupaten/kota.

Kasi Pengembangan Usaha Pariwisata Disporapar Jawa Tengah, Cahyo Danu Sukmono mengatakan, kampanye gerakan BISA untuk mendorong semangat baru di masa pandemi Covid-19 bagi pengelola desa wisata dalam mempersiapkan destinasi wisata yang aman bagi pengunjung. Penerapan protokol kesehatan di desa wisata harus dipatuhi dan masyarakat juga harus disiplin.

“Kegitan sosialisasi gerakan BISA di Jawa Tengah dilaksanakan di 11 kabupaten/kota. Dan di setiap kabupaten/kota ada 4 titik desa wisata yang kami berikan sosialisasi gerakan BISA,” katanya saat ditemui disela-sela kegiatan sosialisasi di Balai Desa Gerduren, Kamis (26/11/2020).

Untuk Kabupaten Banyumas, kata dia, sosialisasi gerakan BISA diperuntukan Desa Wisata Pesona Tajum Ajibarang (Pasar Tradisional Janggawana), Desa Wisata Kalisalak Kecamatan Kebasen, Desa Wisata Pesona Gerduren Kecamatan Purwojati, Desa Wisata Pagubugan Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng.

“Sasaran kegiatan ini pengelola desa wisata harus mempersiapkan kunjungan wisatawan dengan menerapkan protokol kesehatan dan menerapkan gerakan BISA,” katanya.

Dikatakannya, kesiapan pengelola desa wisata penting, kerena desa wisata menjadi salah satu bagian pengungkit perekonomian masyarakat sekitar. “Karena kalau desa wisata tutup, otomatis masyarakat sekitar yang biasa berjualan perekonomiannya akan mati,” ujarnya.

Lebih lanjut Cahyo Danu Sukmono mengatakan, sebenarnya secara umum di sekitar daya tarik wisata pengelolaanya sudah menerapkan protokol kesehatan. Namun, yang menjadi permasalahan tidak selalu diikuti oleh kesadaran dan peran aktif masyarakat.

Ia mencontohkan, di rumah makan pengelolanya sudah memberikan tanda jaga jarak, namun pengunjung seringkali ada yang berkerumun dengan alasan macam-macam. Ini yang perlu diedukasi kepada masyarakat agar protokol kesehatan diterapkan dengan disiplin.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Wahyono menambahkan, sikap tegas pengelola wisata sangat penting untuk menegakkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan di lokasi desa wisata agar tidak terjadi adanya klaster wisata.

Karena itu, Pemkab Banyumas mendukung sosialisasi gerakan BISA sebab keberlangsungan desa wisata sangat penting bagi kehidupan ekonomi masyarakat desa wisata.

Sementara itu, selain memberikan sosialisasi gerakan BISA, Disporapar Jateng memberikan bantuan peralatan protokol kesehatan kepada pengelola desa wisata. Antara lain, peralatan kebersihan, wastafel portable dengan injakan kaki (sesuai standart Covid-19), thermogun, refill hand sanitizer, cairan pembersih dan disinfektan, sabun cuci tangan, tong sampah, tempat sampah taman, alat semprot disinfektan, alat sabun cuci tangan dan sarung tangan latex.

Artikel Asli : https://www.suaramerdeka.com/regional/banyumas/248085-disporarpar-jateng-kampanyekan-gerakan-bisa-bagi-pengelola-desa-wisata

logo