Destinasi Candi di Sleman Disiapkan Sambut New Normal

Siaran Pers : Kemenparekraf Fasilitasi Developer Game Lokal Berkarya dalam Gelora 2020
May 27, 2020
Pemerintah Segera Gelar Program Sertifikasi CHS untuk Sektor Pariwisata, Apakah Diwajibkan?
May 27, 2020

Suaramerdeka.com / Amelia Hapsari / 27 Mei 2020 , 16:17 WIB

 

SLEMAN, suaramerdeka.com – Sektor pariwisata terus berbenah menyambut new normal atau tatanan kehidupan baru di tengah situasi pandemi Covid-19. Salah satu destinasi yang sedang disiapkan untuk dibuka kembali adalah candi-candi kecil yang lokasinya ada di Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Sudarningsih menjelaskan, terdapat tujuh candi kecil yang dikelola pihaknya bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). Ketujuh situs ini terdiri dari Candi Sambisari, Kalasan, Kedulan, Ijo, Sari, Gebang, dan Banyunibo.

Seluruh candi itu ditutup untuk sementara waktu terhitung sejak tanggal 16 Maret 2020. Rencana, penutupan dilakukan sampai dengan 29 Mei 2020. Menjelang batas akhir penutupan sementara, pihak Dispar Sleman telah berkoordinasi dengan BPCB.

“Kami sudah koordinasi terkait rencana pembukaan candi. Tapi belum diputuskan karena banyak yang harus disiapkan,” kata Ning kepada Suara Merdeka, Rabu (27/5).

Persiapan tersebut utamanya menyangkut protokol kesehatan yang disesuaikan dengan standar WHO. Otoritas BPCB tengah menyiapkan lokasi candi yang sekiranya bisa dibuka dalam waktu dekat, beserta standar operasional prosedur bagi petugas dan pengunjung.

Sementara itu, Dispar berperan menyiapkan petugas dan peralatan pendukung seperti thermogun, hand sanitizer, wastafel, faceshield, dan sarung tangan. “Dari 7 candi kecil itu, belum ditentukan mana yang akan dibuka terlebih dulu. Masih dihitung oleh BPCB,” tukasnya.

Namun demikian, pihaknya berharap bisa dipilih lokasi candi yang paling memungkinkan untuk kemudahan akses dan kenyamanan wisatawan. Pertimbangannya antara lain sarana prasarana sudah tersedia, dan mudah ditata untuk penerapan physical distancing.

Pertimbangan lain adalah akses menuju candi yang memadai. “Disamping itu dipilih yang kunjungannya relatif banyak, atau termasuk destinasi favorit,” terang Ning.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Perlindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan BPCB DIY Wiwit Kasiyati mengatakan, pembukaan situs candi masih akan menunggu instruksi dari Dirjen Kebudayaan Kementeriaan Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “Kami akan infokan kalau sudah ada arahan dari pusat. Tapi sementara, kami telah siapkan protokol kesehatan bagi pengunjung dan petugas apabila cagar budaya dibuka,” tutupnya.

 

Artikel Asli : https://www.suaramerdeka.com/regional/kedu/229963-destinasi-candi-di-sleman-disiapkan-sambut-new-normal

logo