Cegah Corona, Rafting dan Hiburan Malam Tak Dibuka Saat New Normal di Bali

Terapkan Protokol CHS, Kemenparekraf Gelar Sosialisasi Kenormalan Baru
June 19, 2020
Ratusan Warga Memadati Kebun Binatang Solo
June 19, 2020

Kumparan.com / Konten Redaksi kumparan / 19 Juni 2020, 15:05 WIB

 

Pemprov Bali berencana membuka aktivitas publik dengan konsep new normal di tengah pandemi COVID-19 pada secara bertahap. Tahap pertama, sektor perdagangan dan industri akan dibuka pada tanggal 9 Juli 2020.

Tahap kedua, pembukaan sektor pariwisata dengan pasar domestik pada Agustus 2020. Tahap ketiga, pembukaan sektor pariwisata dengan pasar internasional pada September 2020.

Khusus di sektor pariwisata, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, objek wisata yang diberi izin beroperasi adalah objek wisata yang berada di daerah rendah penularan COVID-19. Saat ini, Koster masih memetakan daerah rawan penularan COVID-19.

“Daerah (wisata) yang minum risiko dulu (yang dibuka),” kata Koster di Rumah Dinas Gubernur Bali, Jumat (19/6).

Sementara itu, objek wisata yang memiliki potensi membuat wisatawan berkerumun tidak akan dibuka. Menurut Koster, objek wisata ini berpotensi membuat wisawatan berkerumun dan tingkat penularan virus jadi tinggi. Objek wisata ini misalnya, rafting dan hiburan malam, seperti klub malam.

“Kalau banyak-banyak (wisatawan) itu rafting, itu kan banyak orang, jangan. Kalau di pantai kan bisa diatur, kalau musik-musik malam jangan,” kata Koster.

Koster mengaku, saat ini, Pemprov Bali masih menyiapkan protokol kesehatan. Protokol kesehatan diatur mulai dari sektor perdagangan, industri hingga industri pariwisata.

“(Protokol kesehatan) nanti diumumkan,” kata Koster.

 

Artikel Asli : https://kumparan.com/kumparannews/cegah-corona-rafting-dan-hiburan-malam-tak-dibuka-saat-new-normal-di-bali-1tduJht7LrE/full

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

logo
Hubungi Kami