Borobudur Marathon 2020 Tetap Digelar, Berkonsep Hybrid

Perketat Protokol Kesehatan Tamu, OYO Hadirkan Fitur Check-In Tanpa Sentuhan
September 9, 2020
Desa Adat Wae Rebo Kembali Dibuka untuk Wisatawan, Protokol Kesehatannya Sudah Siap?
September 9, 2020

Suaramerdeka.com / Hanung Soekendro / 9 September 2020, 05:33 WIB

SEMARANG, suaramerdeka.com – Di tengah kondisi normal baru pandemi Covid-19, even lomba lari Borobudur Marathon (BorMar) tahun ini tetap digelar di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, 15 November mendatang. Menurut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, BorMar 2020 dengan tema ‘Rhythm of Soul’ berkonsep hybrid. Yakni dibagi menjadi dua kategori, elite race (30-40 pelari undangan di Borobudur) dan  virtual edition (diikuti masyarakat umum yang bebas berlari di mana saja).

“Semula kami dihadapkan dua pilihan, antara ya atau tidak untuk menggelar Borobudur Marathon karena pandemi Covid-19. Tapi setelah berdiskusi panjang dengan panitia termasuk PB PASI, akhirnya kami optimistis, even ini tetap digelar dengan protokol kesehatan yang ketat. Pandemi tak membuat kami menyerah, kami bisa dan Jateng akan terus berlari,” kata Ganjar saat melaunching BorMar 2020 di Puri Gedeh, Semarang, Selasa petang (8/9).

Ditandaskan gubernur, pandemi justru memunculkan ide brilian bagi penyelenggaraan BorMar, dengan cara-cara baru, misalnya konsep virtual. Ini artinya kreativitas, semangat dan optimisme tetap ada di Jateng. Harapannya tentu akan menjadi contoh bagi negara lain yang sebelumnya telah membatalkan atau mengundurkan lomba lari akibat pandemi.

Dirut Bank Jateng Supriyatno  mengatakan, bahwa pihaknya tetap komitmen mendukung lomba lari yang telah memasuki tahun keempat. Diakuinya, BorMar kali ini tentu berbeda dari sisi ekonomi, karena tahun lalu diikuti minimal 10.000 orang.

“Namun kami tahun ini, lebih mendukung pada semangat kreativitas dan pantang menyerah tadi. Kegiatan mendukung UMKM seperti Pawone Borobudur Marathon tetap ada. Dan ingat patch finisher (medali) untuk pelari virtual nantinya dibuat oleh warga Magelang,” jelasnya.

Ketua Yayasan Borobudur Marathon sekaligus Insiator lomba Liem Chie An juga mengungkapkan rasa optimismenya BorMar kali ini kembali menggugah semangat berlari warga Magelang, dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Selain itu, masih mencetuskan kontribusi bagi pariwisata Jateng. “Jauh hari, banyak orang bertanya ke saya, ada marathon lagi nggak nih di Borobudur? Artinya, antusiasme berlari masih sangat tinggi. Dan setelah peluncuran ini, saya yakin Borobudur Marathon tetap ada,” tambahnya

Sekjen PB Tigor Tanjung menyebut, ada tiga manfaat yang diperoleh dengan tetap digulirkannya BorMar yang sebelumnya telah direkomendasi PB PASI. Pertama, membuka gaung kompetisi di mata internasional meskipun dengan konsep virtual. Kedua, memberikan kesempatan pelari di Indonesia untuk menjajal kemampuannya, setelah hampir setahun ini tak mengikuti kompetisi.

“Kami memang telah membatalkan atau mengundurkan jadwal kompetisi di semua lomba lari tanah air. Pelari sekelas Muhammad Zohri yang sudah lolos Olimpiade pun, tak bisa berlari tahun ini,” kata Tigor.

Keuntungan ketiga  adalah memberikan ide bagi PASI untuk membuat regulasi lari di masa pandemi.  Pihaknya memang telah menyeleksi para pelari yang turun di BorMar, salah satu kriterianya pada hasil kualifikasi PON.

Artikel Asli : https://www.suaramerdeka.com/sport/cabang-olahraga/240064-borobudur-marathon-2020-tetap-digelar-berkonsep-hybrid

logo