Bong Kendi Jadi Ikon Gerakan BISA di Desa Wisata Tete Batu

Siaran Pers : Kemenparekraf Ajak Komunitas Kopi Bersama Jaga Indonesia
July 26, 2020
Siaran Pers : Menparekraf Ingin Kawasan Pariwisata Terintegrasi Bakauheni Jadi Destinasi Baru di Tepi Laut
July 27, 2020

Sindonews.com/Wahyu Nugroho/Diterbitkan 25 Juli 2020, pukul 01.31 WIB

JAKARTA – Desa Wisata Tete Batu, Kabupaten Lombok Timur dipilih menjadi lokasi pertama Gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA) Kemenparekraf/Baparekraf di Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (24/07). Bong kendi yang menjadi tempat cuci tangan, menjadi ikon gerakan ini.

Kegiatan yang dilaksanakan Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf ini disambut antusias masyarakat di Desa Tete Batu. Sehari sebelum pelaksanaan gotong royong tersebut dilaksanakan, seluruh jajaran Dinas Pariwisata Provinsi NTB, camat, perangkat desa dan masyarakat setempat sudah bekerja dan mempersiapkan lokasi pembukaan BISA yang berlatar belakang Gunung Rinjani.

Gerakan BISA di Desa Wisata Tete Batu dilaksanakan dengan melibatkan lebih dari 100 orang pekerja. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk membersihkan sejumlah lokasi yang berbeda.

Kegiatan ini dibuka Analis Perencanaan SDM Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf, Guntur Sakti, serta dihadiri unsur pemerintah daerah provinsi NTB, Kabupaten Lombok Timur, Camat, Danramil dan perangkat desa otoritas taman nasional gunung Rinjani dan komponen masyarakat.

“Dengan panorama indah di bawah kaki Gunung Rinjani dan alam yang sejuk, menjadikan Desa Wisata Tete Batu sebagai salah satu desa wisata tujuan favorit di NTB. Sebelum pandemi Covid-19, desa ini banyak dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegera,” tutur Guntur Sakti melalui keterangan resminya, Jumat.

Terdapat hal yang menarik dari gerakan BISA kali ini. Bantuan wastafel untuk sarana cuci tangan yang biasanya diberikan dalam bentuk tangki air portable tidak akan ditemukan di Desa Wisata Tete Batu.

“Kemenparekraf memilih memberdayakan pengrajin lokal, dengan menjadikan kendi atau masyarakat di sini menyebutnya bong sebagai wastafel cuci tangan. Fasilitas ini sekaligus sebagai sarana pencegahan Covid-19, yang tersebar hampir merata di setiap homestay dan rumah penduduk,” papar Guntur Sakti.

Rencananya, Gerakan BISA di desa wisata ini akan dilanjutkan Sabtu (25/07). Lokasi kedua Gerakan BISA di NTB bertempat di Desa Bon Jeruk, Kabupaten Lombok Tengah.

Artikel Asli: https://lifestyle.sindonews.com/read/112764/156/bong-kendi-jadi-ikon-gerakan-bisa-di-desa-wisata-tete-batu-1595621228

logo
Hubungi Kami