Bobocabin, Alternatif Penginapan Baru untuk Kamping Bareng Keluarga

Kabin di Tengah Hutan, Akomodasi Terbaru yang Mulai Dibuka di Ranca Upas Bandung
February 16, 2021
Program Padat Karya Sektor Parerkaf Siap Sebelum Lebaran
February 16, 2021

Kumparan.com / Konten ini diproduksi oleh kumparan / 16 Februari 2021, 15:58 WIB

Perusahaan rintisan akomodasi berbasis teknologi, Bobobox kembali menghadirkan inovasi baru di tengah pandemi. Kali ini, Bobobox menawarkan konsep penginapan baru berbentuk kabin di alam bebas, yaitu Bobocabin.

CEO dan Co-Founder Bobobox Indra Gunawan, mengatakan Bobocabin adalah produk ketiga yang diluncurkan Bobobox sejak berdiri pada tahun 2018 lalu.

“Melalui inovasi terbaru kami dalam bentuk Bobocabin, kami ingin turut serta berkolaborasi dalam segala upaya lintas sektoral dalam memulihkan ekonomi, khususnya sektor pariwisata yang sangat terdampak oleh pandemi,” kata Gunawan, seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima kumparan, Selasa (16/2).

Sementara itu, dalam soft opening yang dilakukan pada Senin (15/2), Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf RI Fadjar Hutomo, mengapresiasi kehadiran Bobocabin sebagai alternatif penginapan baru bagi wisatawan.

“Apa yang dimunculkan oleh Bobobox lewat Bobocabin ini adalah sebuah inovasi untuk menjadi solusi baik untuk dunia usahanya maupun bagi wisatawannya. Tren pariwisata akan mengarah ke arah outdoor tourism, quality tourism, health tourism, wellness tourism. Ini akan menjadi incaran (wishlist) kebutuhan bagi banyak orang,” ungkap Fadjar.

Penginapan di Tengah Alam yang Futuristik

Bobocabin sendiri merupakan penginapan terbaru dengan konsep elevated camping yang mengusung pengalaman berkemah dengan memadukan penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) dan keindahan alam sekitar. Menariknya, penginapan ini juga dirancang dengan mengadopsi desain modular yang futuristik.

Selain desainnya yang unik, penginapan ini juga dilengkapi dengan fasilitas modern. Setiap kabin didukung teknologi IoT, tamu bisa mengontrol fitur-fitur yang ada di dalamnya, seperti smart glass window, lampu, pintu dan Bluetooth Audio Speaker yang bisa dikendalikan langsung dari gawainya.

Bobocabin juga dilengkapi dengan fasilitas resepsionis 24 jam, barbekyu, dan api unggun.

Di masa pandemi seperti saat ini, setiap kabin dapat menampung dua orang dewasa dan satu anak dengan tetap memperhatikan aturan jaga jarak.

Dengan mempertimbangkan kebutuhan keamanan di masa pandemi, setiap kabin dibangun memperhatikan jarak yang cukup antar-bangunan. Selain untuk mendukung privasi dan kenyamanan pengunjung, hal ini juga untuk memastikan protokol kesehatan dapat diimplementasikan dengan baik.

“Kami juga ingin tetap menjadi solusi beristirahat andalan bagi masyarakat dengan menawarkan sebuah cara baru untuk menikmati waktu luang, yaitu dengan menyatukan diri dengan alam namun tetap dengan cara yang aman dengan dukungan desain dan teknologi andalan,” ujar Gunawan.

Sementara itu, pada tahap awal, Bobocabin akan tersedia di dua kawasan di Bandung, yaitu Rancaupas dan Cikole dengan memanfaatkan lahan milik Perhutani.

Nantinya, Bobocabin akan memanfaatkan lahan seluas masing-masing 1,26 Ha di Wana Wisata Rancaupas, Bandung Selatan, dan 1 Ha di Green Grass Cikole, Bandung Utara, yang selama ini dikelola Perhutani. Bobobox akan memanfaatkan lahan di kedua kawasan tersebut dengan rincian 100-300 meter persegi untuk bangunan Bobocabin, 50-100 meter persegi untuk fasilitas toilet, dan 200-500 meter persegi untuk area fasilitas penunjang lainnya.

“Keberadaan Bobocabin juga diharapkan dapat ikut serta dalam menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar dan juga ikut serta memajukan industri pariwisata dengan mengedepankan keberlanjutan baik dari segi sosial, ekonomi maupun lingkungan,” imbuh Gunawan.

Sebelumnya, Bobobox menghadirkan hotel kapsul dan disusul dengan produk akomodasi co-living (Boboliving) yang diluncurkan bulan Desember tahun 2020 lalu. Gunawan mengeklaim Bobobox sudah menerapkan contactless experience dengan dukungan teknologi IoT untuk operasional produk hotel kapsul.

Teknologi itu juga akan diterapkan untuk operasional kabin, salah satunya dengan memanfaatkan fitur QR code untuk membuka pintu. Sementara, area umum seperti lobi dan toilet dibersihkan setiap jam, dengan penerapan 3M dilakukan dengan disiplin. Penyediaan hand sanitizer di tempat-tempat, seperti lobi, toilet, dan kabin juga tidak lupa untuk diterapkan.

Untuk menikmati penginapan ini, Bobocabin ditawarkan dengan rentang harga Rp 450 ribu hingga Rp 550 ribu per hari.

Artikel Asli : https://kumparan.com/kumparantravel/bobocabin-alternatif-penginapan-baru-untuk-kamping-bareng-keluarga-1vBejAHMSE7/full

logo
Hubungi Kami