Bisnis Internasional Makin Mudah, Kini WNA Bisa Hadiri Pertemuan Bisnis dengan Visa on Arrival

Menparekraf Klaim Industri Pariwisata Kian Diminati
September 21, 2022
Festival Jawara Satria wujud kolaborasi seni budaya Banyumas-Subang
September 21, 2022

Pikiran-rakyat.com/ Tim PRMN 12/ 21 September 2022, 10:37 WIB

PIKIRAN RAKYAT – Warga negara asing (WNA) kini bisa hadiri pertemuan bisnis dengan Visa on Arrival (VoA) atau bebas visa kunjungan (BVK).

Ketentuan ini diatur dalam Surat Edaran Plt Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI-00700.GR.01.01 Tahun 2022.

Sudah ditetapkan sejak tanggal 14 September 2022, aturan ini berlaku efektif sehari setelahnya, pada Kamis 15 September 2022.

Aturan tersebut memuat penambahan 11 negara subjek visa on arrival.

Adapun negara tersebut di antaranya Albania, Andorra, Chile, Ekuador, Islandia, Liechtenstein, Palestina, San Marino, Suriname, Uzbekistan dan Vatikan.

Kemudian subyek fasilitas bebas kunjungan tetap terdiri dari Sembilan negara anggota ASEAN, yakni Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Vietnam, Laos, Kamboja, Myanmar dan Brunei Darussalam.

“Betul, dalam surat edaran yang terbaru ada penambahan 11 negara subyek VoA selain penambahan jenis kegiatan yang diizinkan menggunakan fasilitas BVK dan visa on arrival,” tutur Dirjen Imigrasi, Subkoordinator Humas Ditjen Imigrasi, Achmad Nur Saleh.

“Di antaranya adalah kunjungan wisata, tugas pemerintahan, pembicaraan bisnis, pembelian barang dan kunjungan rapat atau transit,” katanya sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman resmi Imigrasi.

Lebih lanjut, Achmad menjelaskan bhwa ada perubahan Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) yang menyediakan fasilitas BVK dan Visa on Arrival.

“Harus diperhatikan bahwa ada perubahan TPI yang menyediakan fasilitas baik BVK maupun Visa on Arrival, terutama TPI udara. Ada beberapa penambahan TPI. Namun ada pula yang di ketentuan terdahulu masih menyediakan fasilitas BVK tapi sekarang tidak lagi,” kata Achmad.

Beberapa di antaranya itu Bandara Adi Sumarmo Surakarta, Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang, Sultah Mahmud Badaruddin II Palembang dan Syamsuddin Noor Banjarmasin,” tuturnya.

VoA diperoleh dengan cara WNA menunjukkan paspor kebangsaan yang dan berlaku minimal 6 bulan. Menunjukkan tiket kembali atau tiket terusan untuk melanjutkan perjalanan ke negara lain serta bukti pembayaran pengajuan VoA.

“Tarif VoA masih sebesar Rp 500.000, demikian pula perpanjangannya. Izin tinggal yang berasal dari VoA bisa diperpanjang hanya satu kali untuk jangka waktu 30 hari dan dilakukan di kantor imigrasi sesuai wilayah tempat tinggal WNA saat di Indonesia,” katanya.

Izin tersebut tidak dapat dialihstatuskan maupun dikonversi ke jenis izin tinggal yang lain,” ucap Achmad. (Rosa Ardika)***

Editor: Nopsi Marga

Artikel asli : https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-015545910/bisnis-internasional-makin-mudah-kini-wna-bisa-hadiri-pertemuan-bisnis-dengan-visa-on-arrival?page=2

logo