Bisnis Hiburan di Jakarta Bisa Dioperasikan dengan Kenormalan Baru

Padang Panjang akan buka kembali objek wisata usai PSBB
May 27, 2020
Bali Akan Genjot Wisata Alam saat New Normal Berlaku
May 27, 2020

Medcom.id / Ilham wibowo / 27 Mei 2020 , 14:34 WIB

 

Jakarta: Setelah pusat perbelanjaan di DKI Jakarta akan membuka kembali operasionalnya awal Juni 2020, sektor bisnis lain seperti tempat hiburan dan pariwisata juga bisa dioperasikan dalam kenormalan baru. Kalangan pengusaha mengaku siap menerapkan rekomendasi protokol Kesehatan terbaru.

“Secara teknis pelaku usaha tidak memiliki kesulitan menerapkan kenormalan baru tersebut karena sebagian besar sudah dijalankan selama work from home dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” kata Ketua Umum Dewan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia DKI Jakarta Sarman Simanjorang kepada Medcom.id, Rabu, 27 Mei 2020.

Menurut Sarman, kebijakan pemerintah yang akhirnya memberikan kelonggaran aktivitas masyarakat di tengah pandemi covid-19 dengan diizinkannya kembali berbagai aktivitas usaha dan bisnis tentu sudah melalui pertimbangan dan evaluasi yang matang. Pelaku usaha siap menerapkan protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam dari Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020, baik di tempat kerja kantor maupun industri atau pabrik.

“Pelaku usaha sudah pada kondisi siap memasuki dan menerapkan kenormalan baru sebagaimana yang diharapkan pemerintah. Pengusaha memiliki komitmen besar memerangi penyebaran covid-19 agar badai ini cepat berlalu sehingga roda perekonomian dapat berputar secara normal,” paparnya.

Meski demikian, para pengusaha di DKI Jakarta tak bisa berjalan sendiri untuk mengembalikan produktivitas ekonomi di tengah penanganan pandemi. Dibutuhkan kajian mendalam dari pemerintah pusat maupun daerah dalam memberikan pengawasan dan pengawalan.

“Yang sangat dibutuhkan pelaku usaha saat dari pemerintah adalah informasi sektor usaha apa saja yang sudah boleh beroperasi, apakah semua sektor apakah masih terbatas hanya perkantoran, perdagangan dan manufaktur. Bagaimana dengan sektor jasa seperti event organizer apakah sudah bisa bikin pameran, konser, seminar dan berbagai pusat hiburan,” ungkapnya.

Menurut Sarman, kenormalan baru bisa diimplementasikan di seluruh sektor bisnis yang mampu menerapkan aturan seperti physical distancing. Pasalnya, selama dua bulan terakhir dampak pandemi covid-19 tak hanya memukul satu sektor saja seperti pusat perbelanjaan.

“Kami juga berharap kepada pemerintah agar selalu memberikan sosialisasi perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal,” tuturnya.

 

Artikel Asli : https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/xkEYDAxk-bisnis-hiburan-di-jakarta-bisa-dioperasikan-dengan-kenormalan-baru

 

logo