Berusia 5 Tahun, Startup Aruna Harumkan Indonesia di SXSW Conference di Texas

Siaran Pers : Menparekraf Bahas Percepatan Pengembangan Sektor Parekraf dengan Pemda Sumut
March 28, 2021
Laporan Pemantauan Covid-19 di Sektor Parekraf (29 Maret 2021)
March 29, 2021

Sindonews.com/Danang Arradian/Diterbitkan 29 Maret 2021 pukul 08.40 WIB

JAKARTA – Startup Aruna mengharumkan nama Indonesia dengan hadir di konferensi kreatif tingkat dunia South By Southwest yang berada di Texas pada 16 Maret-21 Maret 2021 silam itu.

South By Southwest atau SXSW conference adalah festival yang sangat bergengsi bagi kalangan muda. Festival tahunan itu berisi konferensi film, media interaktif, startup, dan musik yang selalu bertempat di Austin, Texas, Amerika Serikat, setiap bulan Maret.

Di festival tersebut, baik penggiat film, musisi, serta startup memamerkan produk dan karya mereka.

Dari Indonesia, ada 9 startup yang dibawa oleh Kemenparekraf dalam booth Archipelageek yang ikut mempresentasikan layanan mereka, salah satunya Aruna.

Kehadiran Aruna di SXSW conference menjadi prestasi manis, karena mereka baru saja merayakan hari jadi ke-5.

Chief Commercial Officer Aruna Indraka Fadhlillah mengatakan, sejak 2016 pihaknya telah menempatkan 32 Aruna Site di seluruh penjuru tanah air. ”Kebanyakan berada di desa pesisir Indonesia Timur, dari Kalimantan Timur, Sulawesi, hingga Papua Barat,” ujarnya.

Menurut Indraka, Aruna mengarahkan para nelayan untuk fokus pada komoditas yang dengan nilai jual yang tinggi serta dapat memberikan lapangan kerja bagi warga pesisir, seperti rajungan. ”Banyak tenaga kerja yang terserap dari proses pengolahan rajungan ini, mereka berkontribusi dari penangkapan, pengupasan hingga dimasak.” ujarnya.

Indraka mengklaim, saat ini Aruna telah mengekspor 331 ton hasil laut sejak awal berdiri. Selama pandemi pada 2020 silam pun jumlah ekspor Aruna justru tumbuh sebesar tujuh kali lipat jika dibanding tahun 2019.

Sementara itu, Aruna juga menyumbang 20% dari total ekspor lobster Indonesia di 2020. ”Hal ini menjadi bukti bahwa potensi laut Indonesia tidak main-main dengan pendekatan teknologi yang tepat,” beber Indraka.

Memberi Harga “Adil” untuk Nelayan

Aruna yang telah mengantungi USD 5.5 juta (Rp79 miliar) dari pendanaan terakhirnya ini memang berfokus untuk menghubungkan para nelayan, khususnya nelayan kecil dengan pasar internasional dengan platform digital yang memberikan transaksi yang adil.

Startup ini menempatkan rumah guyub para nelayan di desa-desa pesisir yang disebut dengan Aruna Site. Aruna Site ini menjadi tempat transaksi ikan sekaligus berkumpulnya nelayan dan belajar bersama tentang perikanan yang berkelanjutan.

Harmoko, nelayan dari Berau, Kalimantan Timur rutin bertransaksi dengan Aruna sejak awal 2017. ”Arahan dari Aruna membantu saya lebih fokus bekerja. Kini saya fokus menangkap rajungan yang ternyata diminati di Amerika Utara sehingga ia dapat menjualnya dengan harga bersaing,” bebernya.

Sebagai startup, Aruna membangun platform integrasi pasar hasil laut terbesar di Indonesia yang menghubungkan nelayan kecil ke pasar global.

Digitalisasi proses transaksi hasil laut dari Aruna ini memberikan harga yang adil kepada nelayan, sekaligus menyajikan data yang lengkap tentang traceability atau pelacakan.

Artikel Asli: https://tekno.sindonews.com/read/379540/207/berusia-5-tahun-startup-aruna-harumkan-indonesia-di-sxsw-conference-di-texas-1616979834?showpage=all

logo