Bali Kini Jadi Destinasi Wisata dengan Pertumbuhan Tercepat di Dunia

Survei: Minat Turis Asing Datang ke Indonesia Naik hingga 94 Persen
April 26, 2022
Libur Lebaran 500 ribu orang diprediksi padati wisata Pesisir Selatan
April 26, 2022

Kumparan.com /Kumparan TRAVEL/  26 April 2022, 14:01 WIB

Pandemi COVID-19 membuat semua orang yang suka jalan-jalan harus menahan diri selama dua tahun. Kini hampir semua perbatasan perjalanan telah dicabut oleh masing-masing pemerintah.

Jika berbicara tentang pariwisata di Asia Tenggara, akhirnya saat yang ditunggu-tunggu tiba. Negara-negara di dalamnya mulai kembali membuka pintu pariwisata untuk turis asing.

Seperti yang diketahui, sektor pariwisata sangat terdampak akibat pandemi COVID-19. Sebelum pandemi ini terjadi, Asia Tenggara merupakan salah satu destinasi wisata yang paling populer di Dunia.

“Pada tahun 2021 kunjungan turis asing ke Asia Tenggara turun hingga 98 persen, dan 4,7 juta orang kehilangan pekerjaannya. Tentu itu sangat berdampak di Asia Tenggara,” kata Asia Pacific Travel Lead for Google, Hermione Joye, pada diskusi Southeast Asia Travel Roundtable 2022, Selasa (26/4).

Hal tersebut terjadi karena aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah setempat, membuat para turis asing berpikir ulang untuk melakukan perjalanan.

Tapi, kebanyakan masih melakukan perjalanan terbatas di destinasi wisata domestik. Namun, saat varian Delta menyerang, beberapa negara memutuskan untuk lebih mengetatkan pembatasan perjalanan, seperti Singapura, Indonesia, dan Vietnam.

Kini, pada bulan Maret 2022 negara-negara di Asia Tenggara mulai melakukan pembukaan besar-besaran. Jika dibandingkan saat pandemi COVID-19, permintaan pariwisata ke Asia Tenggara mulai meningkat hingga 97 persen.

Perjalanan domestik pun masih terus meningkat hingga saat ini. Sebab, orang-orang sudah mulai bosan berdiam diri di rumah, sehingga mulai melakukan staycation untuk menghibur dirinya.

“Seperti halnya orang Indonesia dan Malaysia ketika diperbolehkan untuk jalan-jalan, mereka akan melakukan perjalanan domestik. Indonesia dan Malaysia keinginan orang-orang untuk perjalanan domestik sudah hampir sama seperti tahun 2019,” tutur Hermione Joye.

Ia juga menambahkan permintaan perjalanan internasional ke Asia Tenggara kini mulai meningkat jika dibandingkan dengan level pandemi.

Pada bulan Maret 2022 lalu, Indonesia terlihat memiliki pertumbuhan pariwisata dengan sangat cepat. Hal ini karena turis asing yang ingin wisata alam, mereka memilih Indonesia sebagai tujuannya. Salah satunya adalah Bali yang mengalami pertumbuhan tercepat di dunia.

“Hal yang menarik yang saya lihat adalah bulan lalu Bali menjadi destinasi dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Bali juga menjadi salah satu destinasi populer yang memiliki pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara,” ujar Hermione Joye.

Dalam pencarian di Google, Kuta dan Ubud juga menjadi destinasi wisata dengan tingkat penelusuran paling tinggi. Sebagian besar turis asing yang ingin berkunjung ke Bali juga masih berasal dari Australia, Amerika Serikat, Eropa, India, dan Singapura.

Artikel asli : https://kumparan.com/kumparantravel/bali-kini-jadi-destinasi-wisata-dengan-pertumbuhan-tercepat-di-dunia-1xxM6lnvkem/full

logo