Badan Otorita Borobudur Optimis Industri Pariwisata Makin Menggeliat

Kulineran Seafood Murah di Bali
September 30, 2022
Bank Dunia dukung pengembangan destinasi wisata di Lumajang
September 30, 2022

Suaramerdeka.com/ Eko Fataip / 30 September 2022, 10:03 WIB

SEMARANG, suaramerdeka.com – Badan Otorita Borobudur (BOB) meyakini industri pariwisata di Tanah Air makin menggeliat.

Direktur Pemasaran Pariwisata BOB, Agus Rochiyardi optimis, dengan kembali menggeliatnya industri pariwisata, akan berpengaruh positif terhadap perekonomian masyarakat.

“Kami berharap industri pariwisata bisa menggeliat kembali, dan tentunya sektor UMKM akan hidup. Secara otomatis, perekonomian juga meningkat,” kata Agus.

Untuk mendorong hal tersebut, badan di bawah naungan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut menggandeng Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta untuk menyelenggarakan pameran foto bertajuk “Jawimajinasi” di kawasan Kota Lama Semarang.

Salah satu rangkaian kegiatannya adalah talkshow yang mengangkat tema ‘Imajinasi Bentang Alam dalam Catatan Pelawat Masa Lampau’ di Gedung Oudetrap, Kota Lama Semarang, Jumat 30 September 2022.

Diskusi ini menghadirkan beberapa pemateri atau narasumber. Di antaranya Tri Subekso (Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Semarang), Rendra Agusta (Sraddha Institut Surakarta), dan Alex Gunarto (Ketua DPD ASITA Jawa Tengah).

Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Pemasaran Pariwisata BOB, Agus Rochiyardi dan dimoderatori oleh seorang praktisi public relation, Sinta Pramucitra.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Semarang, Tri Subekso mengatakan, talkshow membahas tentang pelestarian cagar budaya di Pulau Jawa, seperti di Pantai Utara Jawa dan lainnya.

“Sekitar Pantai Utara Jawa hingga ke arah kawasan Borobudur (Jawa Tengah/Yogyakarta) banyak ditemukan sejumlah data artefaktual penting dan ini yang menarik. Karena dapat menguak sejarah yang akan berdampak pada sektor pariwisata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah bukti lawatan masa lampau yang ditemukan tersebut membuktikan adanya sebuah peradaban kuno yang memiliki banyak fungsi pada masanya.

“Adanya bukti arkeologis yang membentang dari pantai utara hingga pedalaman Jawa Tengah, menunjukkan adanya jalur kuno pada masa lalu,” jelasnya.

Jalur itu disebutnya berfungsi sebagai jalur perdagangan, penyebaran agama dan budaya, dan berbagai jenis interaksi manusia pada masanya.

Berbagai bukti lawatan masa lampau yang merupakan bagian sejarah dari Pulau Jawa ditemukan dalam berbagai bentuk seperti prasasti, manuskrip, dan arsip.

Bukti-bukti tersebut banyak berisikan tentang catatan perjalanan, seperti penjelajahan alam, eksplorasi budaya, kunjungan ke tempat-tempat wisata hingga perkembangan kesusastraan Jawa.

Salah satu bukti lawatan masa lampau, yaitu Prasasti Canggu atau dikenal dengan nama Prasasti Trowulan I.

Prasasti ini adalah piagam kerajaan yang dikeluarkan pada masa Raja Hayam Wuruk, dan mengungkapkan setidaknya ada sekitar 33 desa penyebrangan di tepi Bengawan Solo dan 44 desa di tepi Sungai Brantas.

Ia menambahkan, data arkeologi itu dapat dijadikan satu acuan bagi instansi kepariwisataan dalam menyusun atau membentuk program wisata.

Ia berharap, talkshow ini akan mendapatkan gambaran terkait potensi data arkeologi yang bisa dijadikan dasar untuk menyusun pola perjalanan wisata pada masa sekarang, khususnya di area kerja BOB.

Artikel asli : https://www.suaramerdeka.com/jawa-tengah/pr-044963547/badan-otorita-borobudur-optimis-industri-pariwisata-makin-menggeliat?page=3

logo