ASITA: Industri pariwisata Bali siap jalani tatanan normal baru

Kurangi Sampah, Sabun Batangan Bekas Tamu Hotel Didaur Ulang untuk Tunawisma
June 5, 2020
Siaran Pers : Industri Pariwisata Bali Nyatakan Siap Jalani Tatanan Kenormalan Baru Pariwisata
June 5, 2020

Antaranews.com / Hanni Sofia /5 Juni 2020, 07:52 WIB

 

Kami sangat optimistis bahwa kami bisa ‘berteman’ dengan COVID-19 atau dengan kata lain kita harus bisa berteman, meski kita tidak bisa berteman selamanya

Jakarta (ANTARA) – Industri pariwisata di Bali menyatakan diri siap untuk menjalani tatanan kenormalan baru yang akan lebih mengedepankan protokol kebersihan, kesehatan, dan keamanan sebagai kebutuhan utama wisatawan.

Ketua Pasar ASEAN dari ASITA Bali Febrina Budiman dalam keterangannya Jumat, mengatakan ada 400 operator tur dan agen perjalanan yang tergabung dalam ASITA Bali sudah menyatakan siap menyambut kenormalan baru pariwisata.

“Kami sangat optimistis bahwa kami bisa ‘berteman’ dengan COVID-19 atau dengan kata lain kita harus bisa berteman, meski kita tidak bisa berteman selamanya,” kata Febrina Budiman.

ASITA Bali sendiri sudah merancang protokol kebersihan, kesehatan, dan keamanan dan memastikan nantinya akan diterapkan dengan ketat bersama-sama dengan seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.

Mulai dari pra-kedatangan wisatawan, saat tiba di bandara dan menuju hotel, saat melakukan aktivitas tur, dan kembali ke bandara untuk penerbangan ke negara asal wisatawan. Dengan kata lain industri sepenuhnya siap memberikan rasa nyaman dan aman serta pengalaman baru bagi wisatawan dalam tatanan kenormalan baru pariwisata.

“Namun untuk saat ini dibukanya destinasi tetap bergantung dari keputusan pemerintah,” kata Febrina.

Sementara itu Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Nia Niscaya mengatakan sejak awal pemerintah berkomitmen dan menyiapkan mitigasi dampak COVID-19, termasuk penyiapan protokol tatanan kenormalan baru pariwisata dan ekonomi kreatif dengan Program Cleanliness, Health, and Safety (CHS) yang melibatkan industri.

“Namun kami tekankan bahwa pembukaan destinasi bergantung atas keputusan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 dan pemerintah daerah. Karena setiap destinasi tentu memiliki situasi dan kondisi yang berbeda,” kata Nia Niscaya.

Bali yakni kawasan Nusa Dua direncanakan akan menjadi proyek percontohan Program CHS.

 

Editor: Risbiani Fardaniah

Artikel Asli : https://www.antaranews.com/berita/1535456/asita-industri-pariwisata-bali-siap-jalani-tatanan-normal-baru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

logo
Hubungi Kami