Apa yang Dilakukan Gojek untuk Membantu Driver Ojol di Masa Pandemi Corona?

Kemenparekraf fasilitasi pelatihan daring 104 pekerja industri event
May 6, 2020
Siaran Pers : Permintaan Bertambah, Kemenparekraf Kembali Sediakan Fasilitas Hotel untuk Tenaga Kesehatan
May 6, 2020

Kumparan.com / Konten Reaksi Kumparan / 6 Mei 2020, 20:13 WIB

 

Driver ojek online (ojol) menjadi salah satu dari sekian banyak pihak yang terdampak secara langsung oleh pandemi virus corona. Pendapatan driver ojol tentu menurun drastis karena ada pembatasan saat beroperasi.

Lalu, apa yang dilakukan aplikator dalam hal ini PT Gojek Indonesia untuk membantu para driver yang terdampak tersebut?

“Saat ini kami sudah membagikan ke lebih dari 300 ribu mitra di lebih 90 kota untuk menerima paket healthy ada vitamin, masker, dan hand sanitizer. Kami juga melakukan panduan kesehatan bagi para mitra,” kata Chief of Public Policy and Government Relations Gojek Shinto Nugroho saat rapat virtual bersama Komisi VI DPR, Rabu (6/5).

Shinto menjelaskan, pihaknya juga sudah menyediakan posko aman di beberapa kota yang bisa dimanfaatkan driver untuk cek suhu sampai semprot disinfektan. Gojek mendorong agar transaksi saat ini banyak dilakukan melalui pembayaran elektronik.

Protokol kesehatan juga diperhatikan dalam makanan yang memungkinkan pengguna mengetahui suhu tubuh orang yang menyiapkan makanan. Selain itu, ada program lainnya yang disiapkan untuk mitra seperti jaminan asuransi.

“Ada penyediaan perlengkapan kesehatan, jaminan asuransi kami tingkatkan, prosedur kesehatan operasional mitra driver antara lain kalau suhu tubuh di atas suhu 38 maka mereka kami anjurkan tak lagi narik tapi istirahat,” ujar Shinto.

Di saat driver istirahat, kata Shinto, pihaknya membantunya dengan menyediakan prosedur kesehatan yang bekerja sama dengan Halodoc. Ia memastikan pihaknya bakal membantu terkait restrukturisasi.

“Kami membantu proses restrukturisasi leasing bekerja sama dengan OJK juga untuk mitra bisa dapat restrukturisasi secara menyeluruh dan bersama-sama. Secara produk kami tambah fitur untuk menambah tip. Pengguna bisa memberi sampai Rp 100 ribu. Bantuan ke positif COVID, ODP, atau PDP,” ungkap Shinto.

Lebih lanjut, Shinto mengakui ada sektor UMKM yang juga terdampak langsung pandemi COVID-19. Menurutnya banyak UMKM yang pendapatannya menurun sampai 70 persen atau tidak ada pemasukan sama sekali.

“Untuk itu kami melakukan Harkulnas atau Hari Kuliner Nasional dengan memberikan diskon penawaran menarik. Ini mendorong demand terjadi, user melakukan pembelian,” terang Shinto.

“Kami juga memberikan Rp 1 juta voucher diskon UMKM untuk driver sehingga bisa dapat bahan makanan atau makanan murah hanya Rp 5 ribu,” tambahnya.

Gojek Potong Gaji Manajemen hingga Tak Ada THR

Gojek juga menjadi satu dari sekian banyak pihak yang terdampak virus corona di Indonesia. Gojek harus mengambil berbagai langkah agar perusahaan bisa bertahan.

Shinto Nugroho mengungkapkan, pihaknya harus mengambil kebijakan dari segi keuangan seperti pemotongan gaji.

“Dapat saya sampaikan bahwa dari seluruh jajaran manajemen Gojek itu sudah dipotong gaji 25 persen, tidak ada bonus untuk tahun ini. Untuk manajemen tidak ada THR bahkan dan untuk seluruh pegawai tak ada kenaikan gaji,” kata Shinto saat rapat virtual bersama Komisi VI, Rabu (6/5).

Shinto mengatakan saat ini kondisi pendapatan dari pihaknya juga menurun drastis. Hal itu salah satunya dikarenakan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

“Penurunan pendapatan aplikator memang luar biasa besarnya terutama sejak diberlakukannya PSBB untuk transportasi dan untuk food terutama sejak mal mulai ditutup,” ujar Shinto.

Meski begitu, Gojek harus tetap memperhatikan driver yang juga terdampak. Shinto menjelaskan pihaknya sudah melakukan berbagai langkah untuk driver seperti memberikan bantuan kesehatan.

 

Artikel Asli :https://kumparan.com/kumparanbisnis/apa-yang-dilakukan-gojek-untuk-membantu-driver-ojol-di-masa-pandemi-corona-1tMaKRe774n/full

logo