Antusiasme Pelaku Pariwisata di Nongsa Batam Sambut Rencana Travel Bubble

Laporan Pemantauan Covid-19 di Sektor Parekraf (19 Oktober 2021)
October 19, 2021
Turis Asing Wajib Punya Asuransi Rp1 Miliar untuk ke Bali, Simak Penjelasannya!
October 19, 2021

Kumparan.com / Konten ini diproduksi oleh kepripedia/19 Oktober 2021 ,11:24 WIB

Pelaku usaha pariwisata di wilayah Kecamatan Nongsa, Kota Batam,  antusias menyambut wacana pembukaan travel bubble oleh pemerintah di wilayah Kepulauan Riau. Terlebih, Nongsa dipilih sebagai pilot project dalam rencana ini bersama dengan Lagoi, Kabupaten Bintan.

General Affair Manager Montigo Resort, Purwono, mengakui jika rencana ini menjadi angin segar bagi mereka di tengah lesunya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kota Batam sejak dua tahun terakhir.

“Kita sudah siap menyambut travel bubble, untuk kembali bangkit di tengah pandemi COVID-19,” ujar Purwono kepada kepripedia, Senin (18/10).

Segala persiapan telah digesa oleh Montigo dalam penyambutan travel bubble. Seperti protokol kesehatan dengan ketat hingga koordinasi dengan Satgas COVID-19 Kecamatan.

“Kita tetap komunikasi dengan dinas kesehatan para tamu dengan tim Satgas COVID-19 Kota Batam. Ini untuk mencegah penyebaran virus corona,” kata dia.

Dikatakannya, sejauh ini pandemi COVID-19 masih jadi atensi meski PPKM di Kepri sudah berstatus Level 1. Ia mengaku tetap mengkampanyekan protokol kesehatan kepada para tamu.

Disamping itu, untuk wacana travel bubble diharapkan mampu kembali meningkatkan gairah perekonomian bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata serta masyarakat sekitar.

“Tentu harapannya, aturan karantina bisa dicabut. Jadi, bagi yang sudah divaksin sebanyak dua kali tinggal dites pakai antigen saja,” harap dia.

Purwono optimis, pemerintah juga telah mempertimbangkan banyak hal terhadap dampak dari travel bubble ke depannya. Dengan maksud, sektor pariwisata bisa kembali normal dan ikut menunjang pendapatan daerah.

Sementara itu, salah satu petugas keamanan di resort, Johan mengatakan, imbas pandemi serta PPKM membuat geliat pariwisata di Nongsa melesu.

Apalagi saat Batam berstatus PPKM Level Darurat dan Level 4 beberapa bulan lalu. Kunjungan wisatawan lokal pun tak serta merta memberikan imbas signifikan.

“Kami berharap betul dengan wisman Singapura. Kalau lokal, masih belum terlalu tinggi jumlah kunjungannya,” tutup dia.

Berdasarkan pantauan di lokasi tidak ada tamu asing yang berkunjung untuk menikmati keindahan di kawasan Montigo. Hanya terlihat beberapa wisatawan asing yang tengah asyik menikmati suasana bersama dengan keluarga.

Bahkan, salah satu tamu mengaku, rencana travel bubble menjadi sinyal baik untuk aktivitas masyarakat di Batam.

“Ini kalau jadi program travel bubble akan kembali bangkit sektor pariwisata,” kata pria bernama Dipa Nusantara.

Artikel Asli : https://kumparan.com/kepripedia/antusiasme-pelaku-pariwisata-di-nongsa-batam-sambut-rencana-travel-bubble-1wkYgdWpWIt/full

logo