3 Destinasi di Indonesia yang Siap Buka Kembali Industri Pariwisatanya

Disbudpar Kembangkan Potensi Ekowisata Hutan Tinjomoyo Sensasi Trek Wisata Mata Air Mantan Bonbin Tinjomoyo
May 19, 2020
Pameran Dari Rumah
May 19, 2020

Kumparan.com / Konten Redaksi kumparan / 19 Mei 2020, 17:01 WIB

 

Virus corona yang menyebar secara masif di Indonesia sejak awal Maret lalu membuat berbagai tempat ditutup sementara, tak terkecuali tempat wisata. Monas, Ancol, Labuan Bajo, hingga Taman Nasional Tengger Semeru telah ditutup guna meminimalisir penyebaran virus corona atau COVID-19.

Namun, kini industri pariwisata Indonesia bersiap menyambut kembali wisatawan setelah masa pandemi mereda. Dibukanya pariwisata di beberapa wilayah ini tentu didukung dengan aturan yang ketat di tengah kondisi ‘New Normal’.

Berikut kumparan rangkum daftar destinasi di Indonesia yang siap membuka kembali pariwisatanya setelah pandemi virus corona mereda.

1. Yogyakarta

Yogyakarta menjadi salah satu wilayah yang tengah bersiap membuka kembali industri pariwisatanya mulai Juni 2020. Kini, Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta tengah bersiap menyambut kembali kedatangan wisatawan di seluruh destinasi di tengah kondisi ‘New Normal’.

Kepala Dinas Pariwisata DI Yogyakarta, Singgih Raharjo, mengatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP), untuk pariwisata bagi wisatawan dan pengelola destinasi. Sebab, menurut Singgih, pemulihan pariwisata memang harus disesuaikan dengan kondisi yang baru dan SOP yang baru pula.

“Umpamanya pandemi ini tidak selesai-selesai, ya, tidak mungkin kita tutup terus,” kata Singgih, ketika dihubungi Antara, Senin (18/5).

Promosi wisata juga sudah mulai digencarkan kembali, baik melalui video maupun sarana lainnya. Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, mengatakan saat ini tercatat ada 20 hotel dan restoran, bintang dan nonbintang, yang menyatakan siap beroperasi lagi pada Juni 2020.

Candi Borobudur menjadi salah satu tempat wisata di Yogyakarta yang kembali dibuka pada Juni mendatang. Direktur Utama Edy Setijono, mengungkapkan dengan dibukanya kembali Taman Wisata Candi menunjukkan kesiapan mereka menuju “The New Normal” Pariwisata.

“Dengan telah diterapkannya “The New Normal” Pariwisata diharapkan dapat membangun kepercayaan wisatawan, sehingga dunia pariwisata dan perekonomian di kawasan ini dapat bangkit kembali. Meskipun kita yakin bahwa ini tidak akan cepat kembali normal seperti sediakala,” terang Edy, seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima kumparan, Selasa (19/5).

Seluruh wisatawan yang masuk diwajibkan untuk menggunakan masker dan juga akan dilakukan pengecekan suhu tubuh. Pihak pengelola juga akan melakukan visitor management dengan menerapkan physical distancing, menyediakan stasiun hand sanitizer tiap 100 meter, signage dan information board protocol COVID-19.

2. Bali

Bali akan jadi pilot project program CHS.

Destinasi pariwisata di Bali juga akan kembali dibuka secara bertahap dengan mengikuti protokol kesehatan dan keamanan. Kemenparekraf mencanangkan konsep CHS (Cleanliness, Health, Safety) sebagai tagline pariwisata usai pandemi COVID-19 mereda.

Cleanliness sendiri mencakup kebersihan objek wisata dan pintu masuk. Health mencakup pengecekan kesehatan para wisatawan dan Safety mencakup keamanan wisatawan dan masyarakat di ojek wisata.

Bali akan menjadi pilot project pembukaan objek wisata di tiga provinsi tersebut. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace, menyambut baik rencana Kemenparekraf. Dia optimistis Bali akan siap membuka kembali pariwisata pada Oktober mendatang.

Ia mengatakan rencananya kawasan pertama yang dibuka adalah kawasan Indonesia Tourism Development (ITDV) di Nusa Dua, Jimbaran, Badung. Sebab, kawasan ini cukup jauh dengan permukiman penduduk.

“Mengingat banyak wisatawan yang sudah sangat rindu dengan Bali, kita bisa buka ITDC di Nusa Dua terlebih dahulu. Mengingat di sana secara fisik sudah terisolasi dan jauh dari pemukiman dan dengan fasilitas yang sudah lengkap,” ujar Cok Ace.

  1. Bangka Belitung

Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung akan membuka kembali destinasi wisata di wilayah tersebut secara bertahap. Langkah ini dilakukan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, sekaligus sebagai upaya untuk memulihkan ekonomi dan pariwisata akibat gempuran pandemi COVID-19.

Bupati Belitung, Sahani Saleh, menyebut bahwa pihaknya akan membuka sejumlah kawasan pantai, dua di antaranya adalah Pantai Tanjung Tinggi dan Pantai Tanjung Kelayang. Sebelumnya, kedua tempat ini ditutup untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.

“Jadi akan kami buka bertahap, tidak sekaligus, jadi sedikit demi sedikit. Kalau kami buka sekaligus, khawatir ada yang tidak disiplin,” kata Sahani.

Pemerintah setempat telah memberikan izin keramaian pada Hari Raya Idul Fitri untuk acara-acara yang kemungkinan akan dihadiri banyak orang. Misalnya untuk penampilan hiburan musik oleh artis lokal maupun lainnya.

Sahani Saleh berharap agar nantinya setiap destinasi wisata yang dibuka kembali dapat menerapkan protokol kesehatan penanganan COVID-19 pada pengunjungnya.

 

Artikel Asli : https://kumparan.com/kumparantravel/3-destinasi-di-indonesia-yang-siap-buka-kembali-industri-pariwisatanya-1tRd1ZDhr4I/full

logo