Gandeng 3 Mitra, Traveloka Hadirkan Layanan Tes COVID-19 di 44 Wilayah
June 11, 2020
Industri pariwisata didorong lakukan “remodelling” bisnis
June 11, 2020

Suaramerdeka.com / Ranin Agung / Kamis, 11 Juni 2020, 19:58 WIB

 

UNGARAN, suaramerdeka.com – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih menyebutkan hingga pekan pertama Juni 2020, setidaknya ada sepuluh pengelola obyek wisata yang mengajukan izin untuk membuka usahanya.

Namun pihaknya belum memberikan rekomendasi karena pertimbangan perkembangan pandemi Covid-19 di Kabupaten semarang.

“Seiring masifnya penyebaran Covid-19, seluruh kegiatan usaha pariwisata pun mandeg sejak pertengahan Maret 2020 lalu. Kami pun memperhatikan aspirasi dari para pelaku usaha pariwisata untuk membuka usahanya seiring rencana penerapan tatanan baru oleh Pemerintah,” katanya, ketika rakor penerapan protokol kesehatan pada sektor pariwisata di Ruang Rapat Setda Kabupaten Semarang, kemarin.

Nantinya, ia berencana menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 di delapan jenis usaha pariwisata.

Meliputi di daerah tujuan wisata (DTW) dan Desa Wisata, Karaoke, jasa akomodasi atau hotel, restoran, serta rumah makan. Selain itu juga biro perjalanan wisata, salon, spa serta ruang konser dan gedung pertunjukan.

Di sisi lain, Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang enggan tergesa-gesa membuka obyek wisata. Mengingat, pihaknya hendak mengutamakan penerapan rancangan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 di usaha pariwisata.

Mulai dari sosialisasi, simulasi, tentang pembatasan kapasitas pengunjung, jam operasional maupun petugas pendamping khusus yang akan mengawasi pelaksanaan protokol.

“Tahap pertama, dua obyek wisata yakni Bukit Cinta Banyubiru dan Candi Gedongsongo menjadi prioritas untuk dibuka,” imbuh Dewi.

Dalam kesempatan itu, Sekda Gunawan Wibisono menegaskan pembukaan obyek wisata di Kabupaten Semarang pada masa pandemi Covid-19 masih menunggu kajian dari berbagai aspek.

Dinas Pariwisata sudah mengajukan rancangan protokol pencegahan penularan Covid-19 pada delapan ruang lingkup destinasi dan industri pariwisata. Namun masih diperlukan perbaikan mempertimbangkan masukan terutama dari aspek kesehatan.

“Delapan ruang lingkup destinasi dan industri pariwisata yang diajukan Dinas Pariwisata memiliki karakteristik berbeda. Maka perlu pengaturan yang lebih rinci. Jika disetujui Bupati Semarang selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, diperkirakan akhir Juli 2020 akan dibuka bertahap,” tegas dia.

Rakor tersebut diikuti oleh Kepala Dinas Pariwisata, perwakilan Dishub, Satpol PP dan Damkar, Diskumperindag, Bagian Hukum Setda, dan pejabat dari instansi terkait lainnya.

Sekretaris Diskumperindag Kabupaten Semarang, Rini Sulistyowati menambahkan dampak penutupan industri pariwisata juga dirasakan para pengrajin dan pelaku UKM binaannya.

“Prosentase penurunan usaha kerajinan menyentuh angka 90 persen. Sedangkan pelaku UKM terdampak sekitar 50 persen,” ungkap Rini.

 

Artikel Asli : https://www.suaramerdeka.com/regional/semarang/231276-10-pengelola-wisata-ajukan-izin-operasional

logo
Hubungi Kami