1.493 desa adat di Bali menyongsong pembukaan kembali keran pariwisata

Bisnis inklusif di pariwisata diharapkan direplikasi sektor lain
June 11, 2021
Siaran Pers : Menparekraf Bahas Tiga Upaya Reaktivasi Sektor Parekraf di Bali
June 11, 2021

Antaranews.com / Andi Firdaus / 11 Juni 2021, 15:50 WIB

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak 1.493 desa adat di Provinsi Bali bersiap menyongsong dibukanya kembali ‘keran’ pariwisata mancanegara atau open border yang diperkirakan berlangsung pada Juli atau Agustus 2021.

“Kita songsong Bali Open Border terealisasi Juli atau Agustus yang dicanangkan Pemerintah. Bali kembali dibuka untuk pariwisata domestik atau mancanegara,” kata Bendesa Agung Provinsi Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, dalam acara Sosialisasi Bali Bangkit yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan secara virtual dan dipantau di Jakarta, Jumat.

Putra Sukahet mengatakan penduduk desa adat Bali secara keseluruhan berjumlah 1.493 desa menyatakan siap mendukung program Bali Bangkit dan ikut berjuang dalam gerakan Satuan Tugas COVID-19 secara gotong royong bersama pemerintah daerah.

“Kita selalu siap ikut arahan dan peraturan melalui desa adat,” katanya.

Menurutnya, dalam dua bulan terakhir kasus COVID-19 di Bali menurun dengan rata-rata kasus harian di bawah 50 kasus dan angka kematian yang juga semakin menurun.

“Ini menggembirakan. Namun semakin menurunnya kasusnya di Bali jangan menjadikan kita jumawa mengendorkan upaya kita. Semakin menurun kasus di Bali seharusnya menjadikan kita lebih optimistis berusaha dan disiplin agar Bali segera terbebas dari COVID-19 sehingga bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Putra Sukahet mengatakan Bali Open Border akan sangat bergantung pada kesiapan masyarakat setempat untuk memastikan angka kasus ditekan hingga titik terendah. “Vaksinasi juga digalakkan minimal mencapai 70 persen,” katanya.

“Bali Bangkit adalah kalimat untuk jadikan motivasi kita semua bangkit berupaya dan berjuang kendalikan COVID-19 ini. Bali Bangkit bagai impian kita jadikan kenyataan. Masyarakat Bali sungguh terpukul dengan pandemi,” katanya menambahkan.

Pria yang menjadi pemimpin desa adat Bali itu mengatakan ekonomi masyarakat setempat sangat bergantung pada sektor pariwisata.

Sejak pandemi melanda, terjadi penurunan kunjungan wisatawan pada 2020 hingga minus 83,26 persen dan pada tahun yang sama pertumbuhan ekonomi Bali minus 9,31 persen. Angka itu merupakan pencapaian terendah secara nasional.

“Ini tergantung kita. Kalau kita semua semakin taat dan disiplin pada prokes maka kita optimistis Bali Open Border bisa terwujud. Tapi kalau lalai, bisa jadi kita gagal,” katanya.

Editor: Triono Subagyo

Artikel Asli : https://www.antaranews.com/berita/2205570/1493-desa-adat-di-bali-menyongsong-pembukaan-kembali-keran-pariwisata

logo